
Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan agar posisi Republik Indonesia tetap berlandaskan politik bebas aktif setelah bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Ia menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace harus memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian krisis kemanusiaan di Gaza serta mendorong terwujudnya kemerdekaan Palestina.
“DPR RI berkomitmen mendorong terwujudnya tata dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera bagi seluruh umat manusia,” ujarnya dalam pidato Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan di kompleks parlemen, Jakarta.
Puan juga meminta pemerintah mengoptimalkan posisi strategis Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Board of Peace.
“Prinsip ini memastikan bahwa diplomasi Indonesia bukan sekadar simbolik, melainkan berdiri teguh pada kedaulatan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hukum internasional,” katanya.
Ia menegaskan sikap tersebut selaras dengan Piagam PBB dan amanat Pembukaan UUD 1945 mengenai peran Indonesia dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dalam kerangka diplomasi parlemen, DPR RI disebut telah memperkuat hubungan bilateral melalui pertemuan dengan delegasi parlemen negara sahabat seperti Korea Selatan, Jepang, Sudan, Kuwait, Iran, Kuba, Albania, Afrika Selatan, Aljazair, dan Amerika Serikat.
“Melalui fungsi diplomasi, DPR RI berperan aktif mendukung politik luar negeri Indonesia, membangun kepercayaan antarnegara, serta menginisiasi dialog atas berbagai isu global,” ujar Puan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







