
Pantau - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengapresiasi tekad Presiden Prabowo Subianto dalam mengangkat derajat masyarakat miskin melalui akses pendidikan, termasuk rencana pembangunan 10 universitas baru pada 2026.
Minta Kajian Cermat dan Opsi Realistis
Abdul Fikri Faqih meminta tim pelaksana pemerintah mengkaji secara cermat rencana serta eksekusi pembangunan universitas baru agar tidak mengorbankan kualitas pendidikan tinggi bagi generasi muda.
Ia menyampaikan, "Tentu kita senang bila Presiden juga memperhatikan sampai pendidikan tinggi. Hanya memang apabila Presiden ada rencana membuka 10 perguruan tinggi khusus, nampaknya tim pelaksana Presiden di lapangan harus benar-benar cermat dan berhati-hati dalam merealisasikannya,".
Ia menilai pemerintah dapat mempertimbangkan opsi yang lebih realistis seperti akuisisi atau penggabungan kampus-kampus yang sudah ada sebelum mendirikan institusi baru.
Menurut dia, pendirian kampus baru sebaiknya dijadikan opsi terakhir setelah dilakukan kajian menyeluruh.
Sikap kehati-hatian tersebut, lanjutnya, didasarkan pada kondisi pendidikan nasional yang dinilai memprihatinkan.
Indonesia saat ini mengalami surplus perguruan tinggi dengan jumlah kampus mencapai lebih dari 4.600 hingga 6.400 institusi.
Jumlah tersebut disebut tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan jumlah universitas di China, sementara populasi China lima kali lebih besar dari Indonesia.
Ia juga menyoroti nasib mahasiswa yang kerap menjadi korban rendahnya mutu institusi pendidikan.
Dari ribuan kampus di Indonesia, tercatat hanya sekitar 56 perguruan tinggi yang memiliki akreditasi unggul.
Target Cetak SDM Tangguh dan Reformasi Birokrasi
Sebelumnya, pemerintah merencanakan pembangunan 10 universitas baru dan satu lembaga pendidikan administrasi pemerintahan pada tahun 2026.
Langkah tersebut bertujuan mencetak sumber daya manusia yang tangguh guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan adil.
Pemerintah juga merencanakan pembaruan birokrasi besar-besaran, termasuk mengganti pejabat negara yang tidak memiliki kinerja baik demi menjamin kepastian hukum.
Menurut Abdul Fikri Faqih, Presiden Prabowo Subianto memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan anak bangsa, khususnya dari keluarga berpenghasilan rendah.
Komitmen tersebut tercermin dari penyiapan skema Sekolah Rakyat bagi masyarakat desil satu hingga empat.
Pemerintah juga memfasilitasi anak-anak berprestasi melalui Sekolah Garuda agar dapat menembus perguruan tinggi kelas dunia.
- Penulis :
- Aditya Yohan








