
Pantau - Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memberikan ruang bagi perlindungan satwa liar serta membangun kembali hutan endemik Kalimantan dalam proses pembangunannya.
Artikel tersebut dipublikasikan pada Jumat, 20 Februari 2026 pukul 10.55 WIB dengan waktu baca dua menit.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik Edgar Diponegoro menyatakan, “IKN tetap memberikan ruang bagi perlindungan satwa liar,” saat ditanya mengenai pembangunan dan aspek lingkungan di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Ia menjelaskan pembangunan IKN memberikan ruang terhadap keliaran satwa antara lain dengan membangun jembatan koridor satwa di atas jalan tol.
Edgar mengatakan, “Bangunan Jembatan koridor bukti model pembangunan IKN memberikan perlindungan terhadap satwa,”.
Ia menambahkan, “Koridor satwa dibangun untuk menjamin keselamatan satwa liar yang melintas dan berhabitat di kawasan itu,”.
Koridor satwa tersebut berbentuk jalur yang disediakan agar satwa liar tetap dapat berpindah tempat tanpa terganggu keberadaan Jalan Tol IKN.
Otorita IKN berkomitmen mewujudkan kota hutan di ibu kota baru Indonesia dengan kebijakan melindungi satwa liar serta mengacu pada amanat undang-undang bahwa pembangunan kawasan tidak boleh lebih dari 25 persen dan sekitar 65 persen harus tetap berupa kawasan hutan.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di tengah pembangunan infrastruktur dan fasilitas pemerintahan.
Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN Onesimus Patiung menyampaikan, “Membangun kembali hutan endemik Kalimantan dengan jenis tumbuhan dan hewan lokal, agar terbentuk iklim mikro,”.
Ia menjelaskan mengembalikan hutan tropis ke kondisi asli sangat sulit karena banyak plasma nutfah atau bahan genetik tumbuhan dan hewan yang telah hilang akibat penebangan liar, pembukaan lahan, dan pembakaran.
Pembangunan pusat plasma nutfah dan museum untuk mendokumentasikan kekayaan hayati yang tersisa saat ini dilakukan di Persemaian Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kalimantan didominasi hutan tropis dengan ekosistem yang beragam dan khas termasuk hutan kerangas di kawasan pesisir dan tanah berpasir yang miskin unsur hara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







