
Pantau - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera meminta dukungan Kementerian Pertanian untuk mempercepat pemulihan 1.500 hektare lahan persawahan terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Tito menyampaikan harapannya kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar segera memberikan perhatian terhadap kondisi lahan yang tertutup lumpur tebal tersebut.
“Mudah-mudahan nanti Pak Mentan (Menteri Pertanian), Pak Amran Sulaiman memberikan perhatian segera (terhadap kondisi lahan) untuk bisa kembali produktif,” ungkapnya.
Sekitar 1.500 hektare sawah milik masyarakat mengalami kerusakan berat akibat tertutup lumpur dengan ketebalan mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter dan di beberapa titik sebelumnya disebut lebih dalam.
Selain lahan yang rusak berat, terdapat ribuan hektare sawah lain yang terdampak ringan hingga sedang akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.
Tito menegaskan Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lumbung pangan daerah dengan total luas lahan pertanian mencapai sekitar 8.800 hektare.
Kerusakan lahan persawahan itu berpotensi menurunkan produksi padi apabila tidak segera ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
“Karena ini kasian juga masyarakatnya, di samping itu produksi padi kita kan bisa berkurang juga,” ujarnya.
Tito berharap percepatan rehabilitasi dapat segera dilakukan agar sawah yang tertutup lumpur bisa kembali difungsikan sebagai lahan tanam.
Dukungan dari Kementerian Pertanian dinilai sangat penting untuk memulihkan produktivitas pertanian serta menjaga ketahanan pangan di wilayah terdampak banjir di Aceh.
- Penulis :
- Gerry Eka








