Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wamenekraf Irene Umar Sebut Imlek Festival 2577 Jadi Diplomasi Budaya Indonesia ke Panggung Dunia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Wamenekraf Irene Umar Sebut Imlek Festival 2577 Jadi Diplomasi Budaya Indonesia ke Panggung Dunia
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di acara Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (22/2/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti).)

Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut penyelenggaraan Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara sebagai langkah mendiplomasikan kekayaan budaya Nusantara dan talenta sektor ekonomi kreatif Indonesia ke panggung dunia.

Festival yang digelar pada 17 Februari hingga 3 Maret 2026 di Lapangan Banteng tersebut mengusung kolaborasi lintas budaya termasuk Indonesia Wave x K-Pop sebagai simbol kerja sama internasional.

“Kita ingin menyampaikan bahwa kita sudah ada di panggung dunia. Talenta Indonesia bukan hanya dikenal di sini, kita menjadi tuan rumah di negara sendiri dan merajalela di kancah dunia. Itu pesan yang mau kita keluarkan,” kata Irene.

Salah satu penampilan menampilkan kolaborasi Yun Jian bersama Saniyah yang disebut sebagai bukti Indonesia bukan hanya negara konsumen budaya, melainkan juga produsen talenta yang diapresiasi di Korea Selatan.

“Jadi kalau misalnya kita dibilang kita itu Indonesia hanya sebagai sebuah negara konsumen, itu tidaklah benar. Karena talenta-talenta dari Indonesia sudah banyak yang maju ke Korea dan orang Koreanya suka banget. Ini bukan hanya keroncong, bukan hanya dangdut tapi ada satu contoh yang akan diperlihatkan,” ujarnya.

Irene menambahkan bahwa kolaborasi budaya dapat menjadi alat diplomasi antarnegara.

“Jadi hari ini di dalam stage ini, ini bukanlah sebuah pembukaan tapi sebuah pre-opening untuk memperlihatkan bagaimana ekonomi kreatif bisa menjadi diplomacy tools antar dua negara,” katanya.

Chief Representative KOCCA Indonesia Lee Gi Haun juga berharap kerja sama musik antara Indonesia dan Korea Selatan semakin aktif.

“Kami akan terus melangkah dan bekerja sama di masa mendatang,” ujar Lee.

Festival yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan ini menghadirkan Festival Lentera, Pasar Kuliner, Seni dan Kreatif, Museum Terbuka Akulturasi Budaya Tionghoa, cek kesehatan gratis, serta instalasi film seperti Jumbo dan Pelangi di Mars.

Puncak perayaan pada 28 Februari 2026 akan menampilkan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik dan tari tradisional, penampilan seniman nasional, serta simbol harmoni dan persatuan bangsa.

Penulis :
Gerry Eka