
Pantau - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor mengembangkan Program Garitan Kalongliud sebagai model pertanian sirkular terpadu di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Program tersebut dijalankan bersama masyarakat pascabencana banjir dan longsor tahun 2020 yang merusak jaringan irigasi desa dan menyebabkan sekitar 150 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan serta menurunkan pendapatan petani.
Corporate Secretary Antam Wisnu Danandi Haryanto menyampaikan, "Program Garitan Kalongliud menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi dan ketahanan sosial."
Sebanyak 35 hektare lahan tidur berhasil dipulihkan menjadi lahan produktif melalui pendekatan pertanian sirkular termasuk pemanfaatan limbah lokal dan efisiensi penggunaan sumber daya air.
Sebanyak 25 ton limbah kotoran domba dimanfaatkan sebagai pupuk organik sehingga mampu menekan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen.
Penerapan sistem irigasi tetes juga meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 60 persen dalam satu musim tanam.
Pemulihan lingkungan diperkuat melalui penanaman 3.000 pohon di sempadan Sungai Cinyurug.
Langkah tersebut berkontribusi pada penurunan emisi sekitar 21,5 ton karbon dioksida ekuivalen per musim tanam.
Model pertanian sirkular yang diterapkan di Kalongliud diharapkan menjadi referensi penguatan desa sekaligus mendukung strategi keberlanjutan perusahaan.
Dari sisi ekonomi, pendapatan kelompok tani meningkat hingga 65 persen sementara biaya pupuk turun sekitar 50 persen.
Pada periode budidaya cabai 2024–2025, kegiatan usaha mencatatkan keuntungan sebesar Rp246,26 juta.
Evaluasi berbasis Social Return on Investment (SROI) menunjukkan nilai 4,34 yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat sosial lebih dari Rp4.
Saat ini petani tergabung dalam empat kelompok tani resmi melalui surat keputusan desa dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berperan sebagai penghubung pasar untuk memperkuat akses distribusi dan meningkatkan posisi tawar.
Program Garitan Kalongliud telah menjangkau 869 penerima manfaat langsung dan 9.874 penerima manfaat tidak langsung termasuk buruh tani, keluarga pra-sejahtera, serta mantan pelaku pertambangan tanpa izin.
- Penulis :
- Aditya Yohan








