
Pantau - Perum Bulog merencanakan pembangunan gudang seluas sekitar 2 hingga 3 hektare di Arab Saudi guna memperkuat rantai pasok pangan Indonesia, khususnya untuk kebutuhan haji, umrah, dan pasar komersial setempat.
Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin 23 Februari 2026.
Ahmad mengatakan, "Kami sudah survei dan disiapkan lahan sekitar 2 sampai 3 hektare di kawasan Kampung Haji,".
Survei Lahan di Kawasan Kampung Haji
Ia menjelaskan lokasi gudang berada di kawasan Kampung Haji di Arab Saudi yang telah disurvei dan mendapatkan dukungan awal terkait penyediaan lahan.
Menurut Ahmad, "Di tanah Kampung Haji itu nanti menjadi kawasan berikat,".
Ia menyebutkan kawasan berikat tersebut memungkinkan komoditas yang masuk tidak dikenakan pajak hingga titik distribusi tertentu.
Gudang yang akan dibangun direncanakan memiliki kapasitas awal minimal 1.000 ton per unit.
Kapasitas tersebut dapat dikembangkan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan distribusi pangan di wilayah tersebut.
Saat ini proses pembangunan masih menunggu tahap persiapan lahan atau land clearing sebelum realisasi fisik dimulai.
Ahmad menegaskan percepatan pembangunan dengan menyatakan, "Untuk target, lebih cepat lebih bagus, secepat mungkin,".
Tingkatkan Efisiensi dan Mutu Beras
Keberadaan gudang di Arab Saudi dinilai akan meningkatkan efisiensi logistik pengiriman beras dari Indonesia.
Fasilitas tersebut juga diharapkan mampu menjaga mutu beras selama masa penyimpanan.
Selain itu, gudang akan memastikan kesinambungan pasokan bagi jemaah Indonesia serta pasar ritel di Arab Saudi.
Pembangunan gudang ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Bulog dalam memperluas peran Indonesia pada rantai pasok pangan internasional.
Sebagai langkah awal, Bulog akan mengekspor beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi untuk kebutuhan haji Indonesia.
Ekspor tersebut dijadwalkan berlangsung dalam dua gelombang pada 28 Februari dan 4 Maret 2026.
Pengiriman itu menjadi ekspor perdana beras nasional untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
- Penulis :
- Shila Glorya







