Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tito Karnavian Percepat Pendataan agar Bantuan Pascabencana Sumatera Tepat Sasaran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tito Karnavian Percepat Pendataan agar Bantuan Pascabencana Sumatera Tepat Sasaran
Foto: (Sumber : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian (kedua dari kanan). ANTARA/HO-Kemendagri.)

Pantau - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menegaskan akan mempercepat pendataan guna memastikan bantuan sampai tepat waktu kepada penyintas bencana di Sumatera.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Rapat Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan terdapat sejumlah hal teknis yang perlu diselesaikan sehingga seluruh pihak terkait harus duduk bersama agar percepatan dapat segera terlaksana.

“Ada beberapa hal yang agak teknis yang ingin kita selesaikan. Oleh karena itu memang perlu duduk bersama,” ujarnya dalam keterangannya.

Tito menekankan bahwa kecepatan proses pendataan sangat penting agar penyaluran bantuan tidak terhambat di lapangan.

Ia mengajak pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik untuk bekerja sama mempercepat proses validasi data penyintas.

Dengan percepatan validasi data tersebut, diharapkan seluruh bantuan segera diterima penyintas bencana di Sumatera sehingga memudahkan proses pemulihan dan mempercepat pulihnya kehidupan mereka.

Pemerintah telah merancang berbagai skema bantuan untuk penyintas bencana termasuk bantuan perbaikan rumah dan bantuan pembiayaan hidup.

Bantuan perbaikan rumah dibagi dalam tiga kategori yaitu rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta, rumah rusak sedang Rp30 juta, dan rumah rusak berat Rp60 juta yang disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana setiap minggu.

Bantuan pembiayaan hidup meliputi stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta, bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta, serta bantuan jaminan hidup sebesar Rp15.000 per hari.

Ia berharap bantuan tersebut segera diterima para penyintas agar mereka tidak berpeluh dalam menjalani Ramadan.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.

Penulis :
Aditya Yohan