Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Ubah Kawasan Kumuh Mojokerto Jadi Permukiman Bersih dan Produktif

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Khofifah Ubah Kawasan Kumuh Mojokerto Jadi Permukiman Bersih dan Produktif
Foto: (Sumber : Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat meresmikan penataan kawasan kumuh di Desa Kepuhanyar, Kabupaten Mojokerto, menjadi permukiman bersih dan produktif melalui Program Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi (Permata) Jatim. (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim).)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan penataan kawasan kumuh di Desa Kepuhanyar, Kabupaten Mojokerto, menjadi permukiman bersih dan produktif melalui Program Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi (Permata) Jatim.

Ia mengatakan, "Hari ini kita menyaksikan hasil pelaksanaan Program Permata Jatim di Desa Kepuhanyar. Ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, dan produktif bagi masyarakat,".

Khofifah menegaskan penanganan kawasan kumuh tidak dapat dilakukan secara parsial melainkan melalui pendekatan terpadu berbasis kawasan yang mencakup peningkatan infrastruktur dasar dan pembenahan kualitas lingkungan.

Melalui program tersebut, kawasan yang sebelumnya kurang tertata kini dilengkapi perbaikan jalan lingkungan, drainase, sanitasi, serta penataan ruang yang lebih layak huni.

Khofifah berharap warga menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan prinsip pengelolaan sampah 3R yakni Reduce, Reuse, Recycle.

Ia menegaskan, "Penataan kawasan ini adalah investasi sosial. Kita ingin masyarakat tidak hanya tinggal di lingkungan yang lebih baik, tetapi juga memiliki harapan dan kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan,".

Dengan infrastruktur yang semakin memadai, kawasan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah serta usaha berbasis komunitas.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur I Nyoman Gunadi menyampaikan luas kawasan yang ditangani mencapai 10,07 hektare dengan total anggaran Rp14,354 miliar untuk perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.

Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu proyek percontohan Program Permata Jatim dan penataan ini diharapkan memperkuat potensi lokal Desa Kepuhanyar yang dikenal sebagai kampung jamu.

Bupati Mojokerto M Al Barra berharap dukungan dari APBN, APBD, maupun CSR sektor swasta dapat membantu menuntaskan rumah tidak layak huni yang masih tersisa di wilayah tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf