Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BGN Apresiasi Mitra Strategis, 24 Ribu SPPG Program MBG Telah Berdiri di Seluruh Indonesia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BGN Apresiasi Mitra Strategis, 24 Ribu SPPG Program MBG Telah Berdiri di Seluruh Indonesia
Foto: Kepala BGN Dadan Hindayana (mengenakan syal hijau) menyapa para siswa penerima manfaat MBG saat meresmikan SPPG Persatuan Islam (Persis) di Bandung, Jawa Barat, Senin 23/2/2026 (sumber: BGN)

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) mengapresiasi kontribusi mitra strategis dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah 24 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berhasil direalisasikan dan tersebar di seluruh Indonesia.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan capaian tersebut dalam keterangan resmi di Jakarta pada Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menyatakan, "Dengan kemitraan yang kita lakukan ini maka dapat mempermudah Program MBG, sehingga hari ini di seluruh Indonesia sudah ada 24 ribu SPPG dari Sabang sampai Merauke," ungkapnya.

Pernyataan itu disampaikan usai peresmian SPPG Persatuan Islam (Persis) di Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 23 Februari 2026.

Skema Kemitraan Percepat Implementasi

Dadan mengungkapkan skema kemitraan yang dibangun mampu mempercepat implementasi program di lapangan.

Model kolaboratif tersebut memungkinkan pembangunan infrastruktur layanan gizi yang tangguh tanpa sepenuhnya bergantung pada pembiayaan negara.

Dari sisi efisiensi anggaran, BGN memberikan insentif sebesar Rp6 juta per hari untuk setiap SPPG.

Jika dihitung dalam satu bulan, insentif tersebut setara dengan sekitar Rp144 juta per SPPG.

Skema insentif ini dinilai lebih efisien dibandingkan apabila pemerintah harus membangun dan mengelola seluruh fasilitas secara mandiri.

Kecepatan Jadi Kunci Keberhasilan

BGN menekankan kemitraan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut faktor waktu yang sangat berharga dalam pelaksanaan program.

Dadan menegaskan, "Kemudian, yang paling berharga dari proses kemitraan dan saya kira ini harus diapresiasi negara kepada semua pihak yang turut membangun adalah the winning of time, yaitu kecepatan waktu. Waktu merupakan salah satu faktor di dunia ini yang tidak dapat dikembalikan dan berjalan satu arah. Dalam pelaksanaan program MBG, apabila tidak dijalankan dengan kecepatan tinggi, saya kira semua pihak akan sangat merugi," tegasnya.

Istilah the winning of time dalam pernyataan tersebut diterjemahkan sebagai kemenangan dalam memanfaatkan waktu melalui percepatan pelaksanaan program.

Ia menegaskan waktu merupakan faktor yang tidak dapat dikembalikan dan berjalan satu arah sehingga percepatan menjadi kunci keberhasilan.

BGN memastikan percepatan pembangunan dan penguatan kemitraan menjadi strategi utama untuk mencapai seluruh target nasional secara tepat waktu dan berkelanjutan.

Penulis :
Arian Mesa