Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Pastikan Aktivitas Perguruan Tinggi di Sumatera Kembali Normal Pascabencana

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemdiktisaintek Pastikan Aktivitas Perguruan Tinggi di Sumatera Kembali Normal Pascabencana
Foto: (Sumber : Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ahmad Najib Burhani (kanan). ANTARA/Sean Filo Muhamad..)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memastikan aktivitas pendidikan tinggi di wilayah terdampak bencana di Sumatera kembali normal setelah bencana pada akhir 2025, dengan dukungan pemulihan dan penguatan mitigasi jangka panjang.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani menyebut sebagian besar kampus tidak berada di kawasan terdampak langsung sehingga kegiatan akademik dapat berjalan normal.

Kemdiktisaintek tetap memberi perhatian serius kepada mahasiswa dan keluarga terdampak terutama terkait pembiayaan dan keberlanjutan studi.

Ahmad Najib Burhani menyatakan, "Kami memastikan perguruan tinggi tidak hanya hadir pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam fase pemulihan dan pencegahan".

Kemdiktisaintek telah mengoordinasikan puluhan perguruan tinggi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk terlibat dalam penanganan darurat, pembukaan posko layanan, serta penguatan riset kebencanaan sebagai bagian dari pemulihan dan mitigasi jangka panjang.

Hingga akhir Desember, didirikan 28 kampus posko di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang dikoordinasikan oleh LLDikti XII Aceh, LLDikti I Sumatera Utara, serta LLDikti X Sumatera Barat dan Jambi.

Sebanyak 61 perguruan tinggi terlibat dengan total 68 pusat layanan di lapangan termasuk layanan psikososial dan pendidikan darurat.

Kemdiktisaintek juga mengirimkan 2.260 dokter, 1.267 tenaga kesehatan, serta 219 relawan untuk mendukung pemulihan.

Ahmad Najib Burhani menegaskan, "Dukungan pembiayaan bagi mahasiswa terdampak serta penguatan riset mitigasi bencana menjadi langkah berkelanjutan agar sistem pendidikan tinggi semakin tangguh menghadapi situasi serupa di masa mendatang,".

Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menyatakan banjir di Sumatera Utara berdampak luas terhadap masyarakat dan mengganggu layanan publik lintas sektor.

Sofyan Tan menyampaikan, "Dampak banjir ini tidak hanya dirasakan pada sektor pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi, tetapi juga pada layanan perpustakaan, pemajuan dan pelestarian kebudayaan, pembinaan pemuda dan olahraga, serta kualitas data statistik kebencanaan. Karena itu, kami ingin memastikan koordinasi pusat dan daerah berjalan efektif serta masukan dari daerah dapat menjadi dasar penguatan kebijakan nasional,".

Penulis :
Aditya Yohan