Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Perkuat Perpustakaan RPTRA Berbasis Kebutuhan Warga, Indeks Literasi Jakarta Naik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemprov DKI Perkuat Perpustakaan RPTRA Berbasis Kebutuhan Warga, Indeks Literasi Jakarta Naik
Foto: (Sumber : Tangkapan layar - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono dalam seminar bertema "Pengembangan Koleksi Tematik Berbasis Kebutuhan" menyampaikan, layanan berbasis kebutuhan warga menjadi fondasi kualitas layanan perpustakaan, di Jakarta, Kamis (26/12/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa..)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menghadirkan layanan perpustakaan umum di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak berbasis kebutuhan masyarakat sebagai upaya mewujudkan perpustakaan inklusif dan berdampak langsung bagi warga.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan perpustakaan umum, termasuk yang berada di RPTRA, harus hadir secara sosial dengan koleksi relevan dan layanan kontekstual.

“Kami ingin perpustakaan umum, termasuk yang berada di RPTRA, hadir secara sosial dengan koleksi yang relevan, program yang kontekstual, layanan yang inklusif, serta komunitas terlibat sebagai mitra,” ujarnya.

Dalam seminar bertema "Pengembangan Koleksi Tematik Berbasis Kebutuhan", Nasruddin menjelaskan layanan berbasis kebutuhan warga menjadi fondasi kualitas layanan perpustakaan.

Ia menegaskan koleksi perpustakaan bukan sekadar daftar judul atau angka pengadaan, melainkan cerminan keberpihakan kepada kebutuhan masyarakat.

“Jika koleksi disusun berbasis kebutuhan dan berbasis dampak, maka perpustakaan akan hadir sebagai ruang solusi. Perpustakaan umum harus menjadi katalis kemajuan masyarakat,” tegasnya.

Upaya penguatan layanan dilakukan melalui seminar yang melibatkan pengurus RPTRA, pustakawan, dan pakar pengembangan perpustakaan.

Nasruddin yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Perpustakaan Umum Indonesia menekankan langkah di daerah harus sejalan dengan kebijakan nasional dan diwujudkan dalam praktik nyata.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Forum Perpustakaan Umum Indonesia berkomitmen bersinergi dengan Perpustakaan Nasional untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pilar literasi bangsa.

“Ramadhan adalah momen untuk berefleksi dan perbaikan. Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai titik tolak pembaruan layanan perpustakaan umum di seluruh Indonesia, perpustakaan yang adaptif, profesional, dan berdampak,” kata Nasruddin.

Hasil pengukuran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta bersama akademisi Universitas Indonesia pada 2025 menunjukkan indeks budaya literasi warga Jakarta mencapai 78,76 atau meningkat 6,67 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut ditopang lonjakan kunjungan perpustakaan yang mencapai 58,55 persen dari 44,7 persen pada 2024 serta aktivitas membaca masyarakat yang tercatat 82,49 persen.

Tingkat Kegemaran Membaca masyarakat DKI Jakarta pada 2025 mencapai skor 73,26 dalam kategori sedang dengan kualitas proses membaca yang dinilai semakin baik.

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat DKI Jakarta juga mempertahankan kategori tinggi dengan skor 95,03.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memperkuat kebijakan literasi berbasis data dan memperluas kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan