Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Puluhan Individu dan Kapal Iran Jelang Pembicaraan Nuklir di Jenewa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Puluhan Individu dan Kapal Iran Jelang Pembicaraan Nuklir di Jenewa
Foto: (Sumber : Seorang pekerja minyak Iran sedang mengerjakan jalur pipa minyak di Pulau Kharg di Teluk Persia, Iran selatan pada 23 Februari 2016. ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz..)

Pantau - Pemerintah Amerika Serikat pada Rabu 25 Februari 2026 menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 30 individu, entitas, dan kapal yang dituduh memungkinkan penjualan minyak Iran secara "ilegal" serta mendukung produksi rudal balistik dan senjata konvensional canggih.

Sanksi tersebut diumumkan Kantor Pengendalian Aset Asing Departemen Keuangan AS melalui pernyataan resmi yang merinci daftar pihak yang menjadi target pembatasan.

Langkah itu mencakup 12 kapal beserta masing-masing pemilik dan operatornya yang diduga terlibat dalam jaringan distribusi minyak Iran.

Sanksi juga menyasar sejumlah jaringan yang memungkinkan Korps Garda Revolusi Islam Iran serta Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran memperoleh bahan awal dan mesin sensitif.

Bahan dan mesin tersebut disebut dibutuhkan untuk memulihkan kapasitas produksi rudal balistik dan senjata konvensional canggih serta menyebarkan kendaraan udara nirawak ke negara-negara ketiga.

Sepanjang 2025, Pemerintah AS telah menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 875 orang, kapal, dan pesawat sebagai bagian dari kampanye "tekanan maksimum" Washington terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa 24 Februari 2026 menegaskan tidak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir.

Trump juga menuduh Iran tengah mengembangkan rudal yang dalam waktu dekat dapat mencapai wilayah Amerika Serikat.

Ketegasan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan akibat kombinasi sanksi ekonomi, tudingan pengembangan senjata, dan ancaman tindakan militer.

Putaran baru pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Kamis 26 Februari 2026 di Jenewa.

Pembicaraan itu diperkirakan berfokus pada program nuklir Iran, termasuk tingkat pengayaan uranium dan kemungkinan pencabutan sanksi.

Sejumlah analis menilai pertemuan tersebut dapat menjadi kesempatan diplomatik terakhir sebelum kemungkinan operasi militer gabungan oleh AS dan Israel terhadap Iran.

Penulis :
Aditya Yohan