
Pantau - Pemimpin Minoritas DPR Amerika Serikat Hakeem Jeffries menuduh Presiden AS Donald Trump telah berbohong terkait klaim bahwa serangan tahun lalu sepenuhnya menghancurkan kemampuan nuklir Iran.
Jeffries menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan pada Selasa waktu setempat usai mengikuti sesi pengarahan bagi anggota senior Kongres bersama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Ia merujuk pada klaim Trump sebelumnya yang menyatakan serangan terhadap Iran benar-benar dan telah menghancurkan total kemampuan nuklir negara tersebut.
"Jelas dia Trump telah berbohong kepada rakyat Amerika, atau saat ini dia berbohong. Saya berencana mendesak mereka terkait dengan klaim yang dibuat sendiri oleh Donald Trump tentang program nuklir Iran dan betapa mendesaknya situasi saat ini," ujarnya.
Menjelang pidato tahunan Presiden Trump pada Selasa malam waktu setempat, Rubio menggelar pertemuan dengan para pemimpin DPR dan Senat serta ketua dan anggota senior komite intelijen.
Pertemuan tersebut melibatkan kelompok yang dikenal sebagai Gang of Eight.
Gang of Eight merupakan delapan pejabat senior Kongres AS yang berdasarkan hukum menerima pengarahan mengenai informasi intelijen dan keamanan paling sensitif.
Sebelumnya terjadi perang 12 hari yang melibatkan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.
Setelah konflik tersebut, negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington kembali dilanjutkan dengan mediasi Kesultanan Oman.
Putaran pertama pembicaraan tidak langsung digelar di Muscat pada 6 Februari 2026 dengan pertukaran pandangan melalui Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi.
Putaran kedua berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 17 Februari 2026 dan berakhir setelah sekitar 3 jam 30 menit konsultasi diplomatik intensif.
Putaran lanjutan pembicaraan direncanakan kembali berlangsung pada Kamis di Jenewa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







