Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Pertahanan Mencatat 987 ASN Terdaftar sebagai Komponen Cadangan Gelombang Pertama 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kementerian Pertahanan Mencatat 987 ASN Terdaftar sebagai Komponen Cadangan Gelombang Pertama 2026
Foto: Ilustrasi - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melaksanakan kegiatan penetapan komponen cadangan di Jakarta, Jumat 28/2/2025 (sumber: Kementerian Pertahanan RI)

Pantau - Kementerian Pertahanan menyebut sebanyak 987 aparatur sipil negara (ASN) telah terdaftar untuk mengikuti pelatihan sebagai komponen cadangan gelombang pertama dari total kuota 2.000 peserta.

Informasi tersebut disampaikan pada Kamis, 26 Februari 2026 pukul 14.35 WIB dengan waktu baca satu menit.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan jumlah tersebut merupakan data sementara pendaftar yang berasal dari kementerian di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Rico menyampaikan kepada ANTARA di Jakarta pada Kamis, "Terkait pelatihan Komcad ASN gelombang pertama, hingga saat ini jumlah ASN yang telah terdata dan mendaftar sebanyak 987 orang dari kuota yang disiapkan sebanyak 2.000 peserta.", ungkapnya.

Kuota 4.000 Peserta untuk Dua Gelombang

Ia menjelaskan total kuota yang disiapkan untuk gelombang pertama pelatihan komponen cadangan ASN sebanyak 2.000 peserta yang seluruhnya akan menjadi kelompok komponen cadangan gelombang pertama.

Pelatihan gelombang pertama dijadwalkan akan dilaksanakan pada April 2026.

Setelah gelombang pertama, pelatihan gelombang kedua akan digelar pada pertengahan tahun 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 2.000 orang.

Dengan demikian, total kuota yang disediakan Kementerian Pertahanan untuk dua gelombang pelatihan mencapai 4.000 orang.

Rico menyampaikan, "Total ada 4.000 kuota yang Kementerian Pertahanan sediakan.", tegasnya.

Seleksi Ketat dan Sukarela

Rico menegaskan ASN yang akan mengikuti pelatihan sebagai komponen cadangan wajib memenuhi berbagai persyaratan serta melalui proses seleksi yang ketat.

Salah satu persyaratan utama adalah mengikuti pelatihan secara sukarela dan tidak dalam kondisi paksaan.

Ia berharap melalui pelatihan ini seluruh ASN memiliki semangat serta jiwa nasionalisme yang sama dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara.

Penulis :
Arian Mesa