
Pantau - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan sebanyak 100 personel TNI Angkatan Laut akan dikirim ke Italia untuk menjalani pelatihan sebagai calon awak kapal induk Giuseppe Garibaldi.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, "Sekitar 100 personel direncanakan akan mengikuti pelatihan di Italia, termasuk pelatihan langsung di kapal selama proses pelayaran dari Italia menuju Indonesia,".
Pelatihan tersebut menjadi tahapan awal pembinaan calon awak kapal sebelum kapal induk itu resmi beroperasi di bawah TNI AL.
Rico memastikan personel yang dipilih merupakan prajurit terbaik dengan pengalaman teknis dan praktik di bidang perkapalan meski belum merinci waktu pelaksanaan pelatihan.
Sebelumnya, Asisten Operasi Kepala Staf TNI AL Laksamana Muda Yayan Sofiyan menyebut TNI AL harus menyiapkan sekitar 500 pelaut untuk mengawaki kapal induk tersebut.
"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Dari mulai sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk," ujarnya.
Yayan menambahkan jumlah kru bisa melebihi 500 orang karena belum termasuk kru non-inti seperti awak penerbangan dan sistem aviation.
"Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya," katanya.
Selain menyiapkan personel, TNI AL juga mempersiapkan infrastruktur pendukung seperti fasilitas sandar, kebutuhan teknis, serta logistik bagi ratusan kru yang bertugas dalam waktu lama.
Hingga saat ini, proses akuisisi kapal induk masih berjalan di tingkat Kementerian Pertahanan bersama pihak Italia dan perusahaan galangan kapal Fincantieri.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







