Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Agama dan TNI AD Perkuat Ketahanan Sosial Lewat Program Shalat Tarawih Keliling Starling Ramadhan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kementerian Agama dan TNI AD Perkuat Ketahanan Sosial Lewat Program Shalat Tarawih Keliling Starling Ramadhan
Foto: Gelaran tarawih keliling yang diinisiasi Kemenag dan TNI AD di Masjid Raya At-Taqwa, Gambir, Jakarta (sumber: Kemenag)

Pantau - Kementerian Agama bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat berkolaborasi menggelar Program Shalat Tarawih Keliling Starling Ramadhan sebagai upaya memperkuat ketahanan sosial keagamaan sekaligus mempererat silaturahim kebangsaan di tengah masyarakat.

Kegiatan tarawih keliling tersebut digelar antara lain di Masjid Raya At-Taqwa, Gambir, Jakarta, serta melibatkan jajaran pemerintah dan aparat dalam suasana Ramadhan 1447 H.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad menyampaikan bahwa Starling tidak sekadar agenda ibadah atau kunjungan ke masjid, melainkan menjadi ruang pertemuan antara negara dan umat dalam merawat persatuan melalui pendekatan spiritual.

“Melalui momentum ini, Tarawih Keliling bukan hanya ibadah bersama, tetapi juga sarana memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta menghadirkan makna dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara Kementerian Agama dan TNI AD menunjukkan bahwa ketahanan bangsa tidak hanya dibangun melalui aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui penguatan nilai keagamaan, moral, dan kerukunan.

“TNI menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan, sementara Kementerian Agama memperkuat ketahanan di bidang keagamaan. Sinergi ini menjadi ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Sinergi Ketahanan Nasional dan Spiritual

Abu Rokhmad menegaskan bahwa TNI menjaga stabilitas wilayah sementara Kementerian Agama berperan menjaga stabilitas batin dan harmoni sosial masyarakat melalui layanan keagamaan yang inklusif.

Suyitno menjelaskan bahwa Ramadhan harus dihadirkan sebagai ruang kebersamaan yang menyejukkan dan mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Melalui Tarawih Keliling, interaksi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat terjalin secara langsung sehingga layanan keagamaan dirasakan lebih nyata di tengah kehidupan sosial.

Program ini juga memperkuat kolaborasi di daerah di mana penyuluh agama Islam selama ini bersinergi dengan unsur TNI dalam membangun toleransi serta mencegah potensi konflik sosial.

Dukungan TNI AD untuk Pembangunan Karakter Bangsa

Mewakili Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Sekretariat Umum TNI AD Budijanto menyampaikan bahwa keterlibatan TNI AD dalam Starling merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan karakter bangsa melalui pendekatan keagamaan.

“Bulan Ramadhan adalah momentum strategis untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kehadiran negara dalam memfasilitasi ibadah umat merupakan bentuk pelayanan publik yang menyentuh dimensi spiritual dan kebangsaan,” ujarnya.

Melalui Starling, pemerintah berharap nilai-nilai keagamaan tidak berhenti di ruang ibadah tetapi hadir dalam kehidupan sosial dan kebangsaan sebagai penguat persatuan menuju Indonesia Emas 2045.

Selain bersama TNI AD, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama juga menggelar Starling selama Ramadhan 1447 H di Masjid Jami Baitul Ihsan Bank Indonesia dan Masjid Pemuda Al-Muwahhidin Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Penulis :
Leon Weldrick