
Pantau - Sinta Nuriyah Wahid mengajak seluruh elemen bangsa menjaga kerukunan dan persatuan demi kedamaian Indonesia dalam kegiatan sahur keliling di Pondok Al-Khoiriyah Seblak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
“Karena kita pada hakikatnya satu, jadi tidak perlu gontok-gontokan,” ujarnya.
Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menegaskan perbedaan pilihan politik tidak boleh memecah belah bangsa.
Ia menyampaikan kursi legislatif boleh diperebutkan dalam demokrasi, namun harus digunakan untuk membangun dan bukan memecah persatuan.
Sahur Keliling 26 Tahun
Nyai Sinta menjelaskan tradisi sahur keliling telah dijalankan selama 26 tahun bahkan sejak Gus Dur masih hidup.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada kaum duafa dan masyarakat kecil di berbagai daerah.
Ia mengenang sahur bersama pernah digelar bersama kuli bangunan, pedagang pasar, hingga warga di kolong jembatan sebagai wujud kebersamaan.
Menurutnya, Indonesia yang beragam suku, agama, ras, dan budaya harus terus dirawat dengan semangat persaudaraan.
Dihadiri Lintas Elemen
Acara sahur bersama itu dihadiri ratusan warga, santri, pejabat pemerintah, serta perwakilan lintas iman.
Rangkaian kegiatan meliputi menyanyikan Indonesia Raya dan mars Syubanul Wathan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswi tunanetra, penampilan barongsai, tari tradisional, dan hadrah santri, serta shalat Subuh berjamaah.
Ketua Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang menyebut kehadiran Nyai Sinta sebagai kehormatan mengingat Gus Dur pernah mengajar di madrasah tersebut.
Melalui kegiatan ini, Sinta Nuriyah berharap semangat ukhuwah dan kebersamaan terus dijaga agar Indonesia tetap rukun dalam keberagaman.
- Penulis :
- Gerry Eka








