Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menhub Perkuat Transportasi Laut untuk Kelancaran Angkutan Lebaran 2026 di Maluku Utara

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menhub Perkuat Transportasi Laut untuk Kelancaran Angkutan Lebaran 2026 di Maluku Utara
Foto: (Sumber: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) dan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe (kanan) membahas kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran Tahun 2026. ANTARA/HO-BKIP Kemenhub.)

Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta penguatan kesiapan transportasi laut untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026 di Maluku Utara yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dan sangat bergantung pada moda laut.

Armada dan Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas

Menhub menegaskan kesiapan armada kapal, kelancaran operasional pelabuhan, serta pengawasan keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama dalam menghadapi lonjakan penumpang saat Lebaran.

Dudy menyatakan, "Sehingga, kesiapan armada kapal, kelancaran operasional pelabuhan, serta pengawasan keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama dalam menghadapi angkutan Lebaran 2026," tegasnya.

Ia telah melakukan rapat koordinasi dengan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe untuk membahas kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026.

Transportasi laut menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di Maluku Utara sehingga layanan tersebut harus dipastikan aman dan lancar selama periode mudik.

Kuota Mudik Gratis dan Puluhan Kapal Disiapkan

Kementerian Perhubungan menyiapkan dukungan angkutan laut melalui program mudik gratis serta optimalisasi jaringan pelayaran antarwilayah.

Pemerintah mengalokasikan kuota mudik gratis angkutan laut sebanyak 7.150 penumpang atau sekitar 10,82 persen dari total kuota nasional.

Layanan tersebut dilayani melalui 18 ruas pelayaran yang menghubungkan simpul penting seperti Ternate, Sofifi, Jailolo, Ambon, hingga Manado.

Sebanyak 15 lintasan pelayaran disiapkan dengan dukungan 14 kapal laut terdiri dari kapal Pelni, kapal perintis, serta kapal swasta dengan kapasitas 325 hingga 2.000 penumpang.

Untuk layanan penyeberangan, disiapkan 29 lintasan dengan 13 kapal berkapasitas sekitar 50 hingga 400 penumpang.

Dudy menegaskan, "Keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, operator transportasi, maupun masyarakat," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran akses menuju pelabuhan, pengendalian kepadatan penumpang di dermaga, serta pengawasan operasional kapal rakyat dan speedboat.

Penulis :
Gerry Eka