
Pantau - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mempercepat pembangunan sumur bor dan fasilitas mandi cuci kakus di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna memenuhi kebutuhan dasar penyintas.
Progres MCK dan Sumur Bor Capai Puluhan Persen
Ketua Satgas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan percepatan tersebut penting untuk mencegah krisis kesehatan pascabencana.
Di Aceh sebanyak 54 dari 72 unit MCK telah selesai dibangun.
Di Sumatera Utara sebanyak 128 dari 139 unit MCK telah rampung.
Di Sumatera Barat sebanyak 21 dari 46 unit MCK telah terealisasi.
Secara total 208 dari 257 unit MCK atau sekitar 80 persen telah selesai dibangun.
Untuk pembangunan sumur bor di Aceh telah terealisasi 369 dari 578 unit.
Di Sumatera Utara sebanyak 84 dari 152 unit sumur bor telah selesai.
Di Sumatera Barat sebanyak 21 dari 107 unit sumur bor telah dibangun.
Secara keseluruhan 474 dari 836 sumur bor atau sekitar 56 persen telah terealisasi.
Libatkan Kolaborasi Lintas Sektor
Tito mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi termasuk dukungan dari PLN, Danantara, dan Kementerian ESDM.
Ia menegaskan jaringan air bersih dan sanitasi rusak akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera akhir tahun lalu sehingga pemulihan infrastruktur dasar menjadi prioritas.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.
Menurut Tito percepatan penyediaan air bersih dan sanitasi menjadi kunci agar kehidupan penyintas segera pulih serta aktivitas sosial ekonomi di daerah terdampak kembali berjalan normal.
- Penulis :
- Gerry Eka








