Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Cak Imin Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Wapres ke-6 RI Try Sutrisno

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Cak Imin Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Wapres ke-6 RI Try Sutrisno
Foto: (Sumber : Arsip - Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno di kediamannya, Jalan Purwakarta, Jakarta, Rabu (16/10/2024). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi.)

Pantau - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan duka cita atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno yang meninggal dunia pada Senin pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, dalam usia 90 tahun.

Kabar wafatnya tokoh militer dan negarawan tersebut dibenarkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat dikonfirmasi di Jakarta.

Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin menyatakan, “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Kita semua berduka atas kepergian Bapak Try Sutrisno. Beliau telah menorehkan sejarah pengabdian yang panjang untuk Indonesia.” ungkapnya dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menambahkan, “Kita belajar bahwa jabatan adalah amanah, dan pengabdian adalah kehormatan. Beliau telah menuntaskannya dengan penuh tanggung jawab.” tegasnya.

Cak Imin juga mendoakan almarhum dengan menyampaikan, “Semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Selamat jalan, Jenderal. Terima kasih atas pengabdianmu untuk Indonesia.” tuturnya.

Menurutnya, Try Sutrisno meninggalkan warisan kepemimpinan dan komitmen dalam menjaga persatuan bangsa selama masa pengabdiannya di pemerintahan maupun militer.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, "Kita berdukacita sangat mendalam. Saya sudah minta RSPAD Garnisun Setneg untuk memberikan atensi terbaik." ujarnya.

Jenazah almarhum direncanakan akan dibawa ke kediamannya di kawasan Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum proses penghormatan dan pemakaman lebih lanjut.

Try Sutrisno dikenal sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998 yang memiliki rekam jejak panjang di dunia militer dan pemerintahan.

Kepergiannya menjadi momentum refleksi atas kontribusi dan pengabdian para pemimpin nasional bagi Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan