Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Menyatakan Puncak Gerhana Bulan Total Dimulai Selasa Petang dan Dapat Diamati di Seluruh Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Menyatakan Puncak Gerhana Bulan Total Dimulai Selasa Petang dan Dapat Diamati di Seluruh Indonesia
Foto: (Sumber : Foto kolase penampakan fenomena fase gerhana bulan total di langit pulau Lombok, Mataram, NTB, Senin (8/9/2025). Fenomena astronomis gerhana bulan total tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang dari Kota Mataram, Lombok mulai pukul 23.26 WITA sampai pukul 03.56 WITA.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/YU)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan puncak Gerhana Bulan Total yang dapat diamati di Indonesia akan dimulai pada Selasa, 3 Maret 2026 petang dengan fase awal gerhana terjadi pukul 18.03.56 WIB.

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Fachri Radjab menjelaskan puncak gerhana berlangsung pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

"Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi tersebut secara langsung dari berbagai wilayah, dengan catatan kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan tebal," ujarnya.

Fenomena gerhana tersebut berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB atau sekitar tengah malam waktu Indonesia timur ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

Total durasi gerhana sejak fase awal hingga berakhir tercatat selama 5 jam 41 menit 51 detik dengan durasi parsialitas berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik.

Fase totalitas saat Bulan sepenuhnya berada di dalam bayangan umbra Bumi berlangsung selama 59 menit 27 detik.

BMKG menyebut wilayah Indonesia bagian timur memiliki visibilitas lebih baik karena dapat mengamati fase awal gerhana saat Bulan terbit.

Sementara itu di wilayah Indonesia bagian barat, Bulan terbit ketika gerhana sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak.

Pada puncak gerhana, Bulan berpotensi tampak berwarna merah akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Hamburan tersebut menyebabkan cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek tersebar, sementara cahaya berwarna merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan.

BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi pengamatan dengan minim polusi cahaya serta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.

Sepanjang 2026 diperkirakan terjadi empat kali gerhana yang terdiri atas dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan namun hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia.

Ilustrasi foto dalam berita menampilkan kolase penampakan fase gerhana bulan total di langit Pulau Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Penulis :
Aditya Yohan