
Pantau - Kepolisian Resor Nabire memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, tetap aman dan terkendali setelah gangguan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata KKB.
Kapolres Nabire Samuel D. Tatiratu menyampaikan di Nabire pada Senin bahwa pihaknya bersama TNI terus meningkatkan patroli dan pengamanan menyusul aksi penyerangan KKB di wilayah tersebut.
Ia menegaskan, “Kami pastikan masyarakat Nabire tidak perlu panik. Situasi tetap aman dan aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Aparat Tingkatkan Patroli dan Ajak Warga Aktif Jaga Lingkungan
Aparat kepolisian melakukan patroli statis di sejumlah titik serta patroli bergerak di berbagai wilayah untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.
Masyarakat diajak berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing dengan mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan poskamling serta melaporkan pendatang baru kepada ketua RT dan RW agar dapat terdata dengan baik.
Ia menekankan, “Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri atau TNI, tetapi tanggung jawab bersama pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kapolres juga menegaskan setiap aksi kekerasan yang meresahkan masyarakat akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.
Ia menyampaikan, “Percayakan kepada kami, baik Polri maupun TNI. Jangan mudah terhasut atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat mengganggu situasi yang sudah kondusif,” katanya.
Operasi Gabungan TNI-Polri Amankan Ratusan Amunisi
Sebelumnya, KKB pimpinan Aibon Kogoya melakukan penyerangan di lokasi tambang emas milik PT Kristalin di Nabire pada Sabtu 21 Februari.
Setelah penyerangan tersebut, aparat gabungan TNI dan Polri melakukan operasi penegakan hukum terhadap KKB Aibon Kogoya yang menyebabkan kontak tembak di hutan Nabarua, Kampung Kali Haparan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire pada Minggu 1 Maret.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Faizal menyampaikan aparat berhasil menguasai lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Barang bukti yang diamankan berupa 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, 10 magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101.
Selain itu diamankan pula 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky HT, serta uang tunai sebesar Rp79.900.000.
Anggota KKB melarikan diri dan meninggalkan kamp mereka.
Bupati Nabire Mesak Magai menyatakan jaminan keamanan menjadi kebutuhan utama masyarakat agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dapat berjalan normal.
Ia mengatakan, “Kita percaya aparat keamanan telah bekerja keras. Apalagi Nabire kini menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah sehingga kehadiran satuan TNI-Polri semakin memperkuat pengamanan daerah,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak terpengaruh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana agar kondisi kamtibmas di Nabire tetap aman dan kondusif.
- Penulis :
- Arian Mesa







