Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BBMKG Peringatkan Angin hingga 40 Knot dan Gelombang 4 Meter di Perairan Bali

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BBMKG Peringatkan Angin hingga 40 Knot dan Gelombang 4 Meter di Perairan Bali
Foto: (Sumber : Arsip foto - Warga berjalan menerobos genangan air akibat hujan deras di Denpasar, Bali, Selasa (24/2/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Pantau - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini potensi angin kencang di perairan utara dan selatan Bali pada 3-6 Maret 2026 dengan kecepatan diperkirakan mencapai 40 knot.

Prakirawan BBMKG Wilayah III Ariantika menyampaikan, “Waspadai potensi angin kencang di perairan utara dan selatan Bali,” kata Prakirawan BBMKG Wilayah III Ariantika di Denpasar, Bali, Selasa.

Berdasarkan analisis BBMKG Wilayah III, angin bergerak dari arah barat daya hingga barat laut di perairan utara dan selatan Bali dengan kecepatan setara hingga 74 kilometer per jam.

BBMKG juga menerbitkan peringatan dini tinggi gelombang laut hingga 4 meter.

Gelombang setinggi itu berpeluang terjadi di perairan selatan Bali, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, serta Selat Bali bagian selatan.

Di Selat Lombok bagian utara dan perairan utara Bali, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter.

Risiko bagi Pelayaran dan Nelayan

BBMKG Denpasar menjelaskan kondisi angin dan gelombang laut tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Dipicu Konvergensi dan Bibit Siklon

Cuaca ekstrem juga diprakirakan terjadi di Bali pada 2-8 Maret 2026 yang dipicu pola pertemuan massa udara atau konvergensi di sekitar wilayah Bali.

Aktifnya Madden-Julian Oscillation pada fase IV atau Maritime Continent turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan.

Bibit siklon 90S yang berada di perairan selatan Samudera Hindia barat daya Provinsi Banten menunjukkan pola pergerakan ke arah timur menuju perairan selatan Bali sehingga berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan dan kecepatan angin.

Gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin yang diprediksi melintasi wilayah Bali dalam beberapa hari mendatang juga memberi pengaruh terhadap dinamika cuaca di kawasan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf