Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam Pengembangan Reaktor Modular Kecil SMR

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam Pengembangan Reaktor Modular Kecil SMR
Foto: Pembukaan konferensi mengenai pengembangan reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/SMR) antara Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa 3/3/2026 (sumber: Kedubes AS di Jakarta.)

Pantau - Indonesia melalui Dewan Energi Nasional bersama Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang menyelenggarakan konferensi selama tiga hari mengenai pengembangan reaktor modular kecil atau Small Modular Reactor (SMR) pada 3-5 Maret 2026 di Jakarta sebagai bagian dari penguatan energi nuklir nasional.

Konferensi tersebut secara resmi dibuka pada Selasa, 3 Maret 2026, di Jakarta dengan membahas penerapan teknologi SMR untuk mendukung sistem energi yang stabil dan rendah emisi di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Dadan Kusdiana menegaskan bahwa DEN terus memperkuat kerja sama internasional dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta tata kelola nuklir berstandar global.

Dadan menyampaikan bahwa "Energi nuklir menawarkan solusi energi yang stabil dan rendah emisi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan kemajuan teknologi seperti SMR, pengembangan nuklir kini semakin adaptif dan relevan bagi negara-negara berkembang," ungkapnya sebagaimana dikutip dari pernyataan pers Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Penguatan Kerja Sama Trilateral dan Standar Keselamatan

Kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat dan Jepang terkait SMR mencakup penguatan desain dan kerangka regulasi, peningkatan kompetensi manufaktur berteknologi tinggi, serta penerapan protokol keselamatan dan keamanan nuklir yang ketat.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat Peter M. Haymond menyatakan bahwa teknologi Amerika Serikat mendukung upaya Indonesia membangun masa depan energi yang aman dan tangguh.

Haymond menegaskan bahwa "Bersama Jepang, Amerika Serikat merasa terhormat menjadi mitra jangka panjang yang terpercaya bagi Indonesia dalam mengembangkan energi nuklir yang aman dan bertanggung jawab," ujarnya.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang Mitsuru Myochin menyampaikan bahwa Jepang dan Amerika Serikat termasuk negara yang paling terpercaya dalam pengembangan SMR.

Ia menilai konferensi bersama Indonesia ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kerja sama trilateral ke tingkat yang baru.

Mitsuru Myochin menambahkan bahwa "Sebagai mitra, Jepang berharap dapat berkontribusi dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan kami serta terus terlibat dalam dialog substantif menuju kerja sama yang berorientasi ke depan, termasuk di bidang nuklir," tambahnya.

Indonesia Pelopor Program FIRST

Konferensi mengenai SMR ini mendorong pengembangan sektor energi nuklir Indonesia secara bertanggung jawab dengan memastikan bahwa setiap SMR di masa depan memenuhi standar internasional tertinggi dalam keselamatan, keamanan, dan nonproliferasi nuklir.

Kegiatan tersebut memperkuat kerja sama bilateral dan trilateral antara Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang sekaligus mendorong kemitraan publik-swasta serta menyoroti peran para pemimpin industri nuklir dari kedua negara mitra dalam mendukung target energi Indonesia.

Pelaksanaan konferensi ini berada di bawah program Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology (FIRST) dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, yaitu program bantuan keamanan energi nuklir sipil yang dipimpin oleh Amerika Serikat dengan Jepang sebagai mitra kontributor.

Indonesia tercatat sebagai negara pertama di dunia yang bergabung dalam program FIRST sebagai penerima manfaat pada 2019 dan berperan sebagai pelopor regional dalam potensi penerapan SMR.

Penulis :
Shila Glorya