Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Satu Keluarga WNA Irak Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai karena Gunakan Paspor Palsu Belgia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Satu Keluarga WNA Irak Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai karena Gunakan Paspor Palsu Belgia
Foto: Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali, mendeportasi satu keluarga yang terdiri dari tiga orang warga negara asing (WNA) asal Irak karena menggunakan paspor palsu, Selasa 3/3/2026 (sumber: Imigrasi Ngurah Rai)

Pantau - Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali, mendeportasi satu keluarga warga negara asing asal Irak yang terdiri dari tiga orang karena kedapatan menggunakan paspor palsu Belgia pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 17.33 WITA.

Tiga WNA tersebut terdiri dari suami, istri, dan seorang anak yang masih balita.

Kepala Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan menyatakan, "Kami uji di laboratorium forensik keimigrasian sehingga terdeteksi palsu."

Terungkap Saat Pemeriksaan Kedatangan

Kasus ini terungkap setelah petugas mencurigai profil serta dokumen paspor ketiganya sesaat setelah mereka mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 21.50 WITA.

Mereka diketahui menumpangi pesawat Emirates Airlines dengan nomor penerbangan EK-368 dari Dubai saat ruang udara masih dibuka karena konflik Timur Tengah belum meluas.

Setelah diamankan, ketiganya dibawa ke ruang detensi Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Jimbaran, Kabupaten Badung, untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka mengaku menggunakan paspor palsu agar dapat mengunjungi negara-negara di Eropa karena paspor Irak sulit digunakan untuk masuk ke Benua Biru.

Dari hasil penelusuran melalui sistem pusat data keimigrasian dan jaringan keamanan internasional, ketiganya tidak tercatat dalam daftar cekal maupun daftar Interpol.

Dideportasi ke Kuala Lumpur

Setelah menjalani masa detensi selama tiga hari serta melengkapi pemeriksaan dan kesiapan finansial, ketiga WNA Irak tersebut dideportasi melalui Bandara Ngurah Rai dengan tujuan Kuala Lumpur.

Imigrasi Ngurah Rai menyatakan akan meningkatkan pengawasan menyusul terungkapnya modus penggunaan paspor palsu tersebut di tengah situasi konflik di Timur Tengah.

Bugie Kurniawan menambahkan, “Hal ini bisa sangat mungkin terjadi ke depannya sebagai bentuk eksodus besar-besaran warga negara dari negara konflik Timur Tengah untuk memasuki negara lain yang dianggap aman dengan berbagai cara.”

Penulis :
Leon Weldrick