Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Subuh di Masjid Baiturrahman Dompu Menjadi Penutup Safari Ramadhan NTB dan Panggung Evaluasi Kepemimpinan Daerah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Subuh di Masjid Baiturrahman Dompu Menjadi Penutup Safari Ramadhan NTB dan Panggung Evaluasi Kepemimpinan Daerah
Foto: (Sumber : Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah) didampingi Bupati Dompu Bambang Firdaus foto bersama usai melaksanakan shalat Subuh berjamaah dan bersilaturahmi dengan masyarakat saat menutup rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat di Masjid Agung Baiturrahman, Selasa (3/3/2026). (ANTARA/HO-Prokopim Kabupaten Dompu).)

Pantau - Suasana Subuh di Masjid Agung Baiturrahman Dompu menjadi penutup Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ketika jamaah memenuhi saf untuk melaksanakan shalat berjamaah bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Kegiatan tersebut berlangsung sederhana tanpa panggung besar maupun protokol berlebihan.

Sajadah yang terhampar, doa yang dipanjatkan lirih, serta percakapan ringan setelah shalat menciptakan suasana kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat.

Momen Subuh digambarkan sebagai waktu yang sunyi sebelum aktivitas dimulai sehingga menjadi ruang refleksi bagi pemimpin dan warga.

Dalam keheningan tersebut kekuasaan dinilai diuji bukan oleh tepuk tangan atau seremoni, melainkan oleh kesesuaian antara ucapan dan tindakan.

Safari Ramadhan juga dimaknai sebagai perpindahan pemimpin dari ruang rapat menuju ruang ibadah untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah sejauh mana Safari Ramadhan benar-benar menjadi instrumen pelayanan publik dan bukan sekadar rutinitas tahunan.

Ramadhan 1447 Hijriah di Nusa Tenggara Barat menunjukkan pola kegiatan pemimpin daerah yang dilakukan hampir bersamaan oleh gubernur, wakil gubernur, bupati, dan wali kota di berbagai wilayah.

Sejumlah kegiatan bahkan dimulai dari pasar tradisional, desa miskin ekstrem, hingga operasi pasar murah yang menyasar kebutuhan masyarakat.

Agenda religius dalam Safari Ramadhan tersebut dipadukan dengan agenda ekonomi dan sosial sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi peristiwa spiritual tetapi juga ruang evaluasi kepemimpinan daerah.

Beberapa hari sebelum penutupan Safari Ramadhan di Dompu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengunjungi pasar tradisional di Lombok Utara untuk memantau harga bahan pokok.

Harga cabai saat itu tercatat berada pada kisaran Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

Di Kota Mataram harga cabai bahkan sempat mencapai Rp170 ribu per kilogram sebelum kembali mengalami penurunan.

Fluktuasi harga bahan pokok tersebut dinilai sebagai persoalan yang hampir selalu terjadi setiap bulan Ramadhan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat merespons kondisi itu dengan melakukan inspeksi mendadak dan menggelar operasi pasar murah.

Pemerintah daerah juga memperkuat distribusi bahan pokok ke berbagai wilayah untuk menjaga stabilitas pasokan.

Di Kota Bima, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri meninjau Pasar Amahami untuk memastikan ketersediaan stok bahan pangan masyarakat.

Harga beras medium di pasar tersebut tercatat sekitar Rp13.500 per kilogram.

Harga daging ayam berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram.

Harga bawang merah berada pada kisaran Rp35 ribu per kilogram.

Pemerintah daerah berupaya menjaga agar kenaikan harga tetap berada dalam batas yang wajar selama bulan Ramadhan.

Di Kota Mataram, Wali Kota Mohan Roliskana menggabungkan Safari Ramadhan dengan pelaksanaan operasi pasar murah bagi masyarakat.

Selisih harga dalam operasi pasar tersebut berkisar antara Rp1.000 hingga Rp5.000 per komoditas dibandingkan harga pasar.

Selisih harga tersebut dinilai cukup membantu keluarga berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah juga menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp11.600 per kilogram.

Minyak goreng Minyakita turut dijual dengan harga Rp15.500 per liter dalam kegiatan tersebut.

Pendekatan stabilisasi harga ini dinilai lebih konkret dibandingkan sekadar menyampaikan pesan moral kepada pelaku pasar.

Safari Ramadhan juga menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk melakukan intervensi kebijakan ekonomi masyarakat.

Pemerintah tidak hanya hadir membawa pesan religius tetapi juga menghadirkan solusi ekonomi bagi warga.

Meski demikian stabilitas harga bahan pokok masih menghadapi tantangan karena rantai distribusi yang panjang.

Distribusi cabai misalnya masih melalui jalur Lombok Tengah menuju Lombok Timur sebelum kembali dipasok ke daerah lain.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem distribusi pangan di Nusa Tenggara Barat masih memerlukan pembenahan secara menyeluruh.

Tanpa perbaikan distribusi yang lebih efisien, operasi pasar murah berpotensi hanya menjadi solusi sementara.

Safari Ramadhan dinilai dapat dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi kebijakan lintas daerah dalam memperbaiki sistem distribusi pangan.

Forum silaturahmi yang terbentuk selama kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang sinkronisasi distribusi antarwilayah.

Dengan pendekatan tersebut solusi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada kebijakan jangka pendek.

Safari Ramadhan tahun ini juga menyoroti isu kemiskinan ekstrem serta penguatan kemandirian desa di berbagai wilayah Nusa Tenggara Barat.

Di Desa Saneo Kabupaten Dompu, Wakil Gubernur NTB meninjau pelaksanaan Program Desa Berdaya yang menyasar 31 kepala keluarga miskin ekstrem.

Program tersebut dirancang dengan skema intervensi selama dua tahun.

Pendekatan yang digunakan bersifat tematik dan transformatif untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Bantuan yang diberikan meliputi bantuan sosial, pembangunan rumah layak huni, jaminan kesehatan, serta peningkatan kapasitas kerja masyarakat.

Program ini dirancang untuk mengubah pola bantuan dari pendekatan karitatif menjadi pemberdayaan berkelanjutan.

Penguatan ekonomi desa juga terlihat di Lombok Tengah melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri memberikan dukungan armada operasional bagi koperasi tersebut.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa koperasi tidak boleh membeli gabah di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Kebijakan tersebut bertujuan menjaga agar perputaran uang tetap berada di desa.

Data menunjukkan Lombok Tengah memiliki sekitar 50 ribu hektare lahan basah yang dilindungi.

Kondisi tersebut menjadikan Lombok Tengah sebagai daerah surplus pangan sekaligus penyangga kebutuhan nasional.

Jika koperasi desa dikelola secara profesional maka desa dapat menjadi subjek ekonomi dan bukan sekadar objek pembangunan.

Lombok Timur juga dinilai memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat.

Wilayah tersebut memiliki jumlah penduduk hampir 1,5 juta jiwa dari total sekitar 5,7 juta penduduk provinsi.

Lombok Timur memiliki luas wilayah daratan sekitar 1.605 kilometer persegi dengan potensi besar di sektor pertanian dan perikanan.

Infrastruktur jalan di wilayah tersebut mulai diperbaiki setelah sebelumnya terbengkalai selama 11 tahun.

Perbaikan infrastruktur dinilai menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Safari Ramadhan tahun ini juga menyentuh sektor pendidikan dan pelayanan publik.

Program yang dibahas antara lain rencana pembangunan Sekolah Rakyat bagi keluarga kurang mampu.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa di Lombok Tengah.

Rencana pembangunan kampung nelayan di Lombok Timur turut menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.

Program-program tersebut menunjukkan keterkaitan antara kegiatan ibadah dengan pembangunan manusia.

Konsistensi pelaksanaan program dinilai menjadi kunci keberhasilan berbagai kebijakan tersebut.

Program Desa Berdaya membutuhkan data yang akurat serta pengawasan yang ketat.

Koperasi desa juga memerlukan manajemen yang transparan dan profesional.

Tanpa konsistensi pelaksanaan, Safari Ramadhan berpotensi hanya menjadi seremoni penyerahan bantuan semata.

Penulis :
Aditya Yohan