
Pantau - PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta akan menambah armada bus menuju sejumlah destinasi wisata selama libur Lebaran 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama masa libur panjang Idul Fitri.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyampaikan beberapa rute yang akan diperkuat armadanya antara lain menuju kawasan Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Kebun Binatang Ragunan, serta Pantai Indah Kapuk.
Ia mengatakan, "Jadi ke Ancol, kemudian juga ke Taman Mini, Ragunan, mungkin juga PIK, karena sudah ada rute PIK. Ini adalah nanti rute-rute yang mungkin kita akan perkuat armadanya," ungkapnya.
Menurut Welfizon Yuza, keempat lokasi tersebut merupakan tujuan favorit warga Jakarta dan sekitarnya untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Penambahan armada dilakukan agar waktu tunggu penumpang tetap terjaga serta kepadatan di halte dapat diantisipasi.
Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, pergerakan masyarakat saat Lebaran banyak mengarah ke berbagai destinasi wisata.
Selain rute wisata di dalam kota, Transjakarta juga mempelajari kemungkinan penyesuaian armada untuk layanan TransJabodetabek.
Beberapa rute yang dipertimbangkan untuk penyesuaian armada antara lain menuju Alam Sutera dan Bogor.
Penambahan armada pada rute tersebut akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan di lapangan.
Welfizon Yuza mengatakan, "Kita akan lihat demand-nya dan nanti kita akan sesuaikan jumlah armadanya sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan transportasi publik selama masa libur Lebaran.
Pemanfaatan transportasi publik diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan di sejumlah titik wisata.
Pada hari H Lebaran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggratiskan seluruh layanan transportasi umum.
Layanan transportasi yang akan digratiskan meliputi LRT, MRT, JakLingko, hingga Transjakarta.
Masyarakat dapat menggunakan layanan tersebut tanpa biaya pada hari Lebaran.
Namun dalam sistem pembayaran transportasi, tetap harus tercatat nilai transaksi agar sistem dapat memproses pembayaran.
Welfizon Yuza menjelaskan, "Jadi begini, di sistem Transjakarta, MRT dan lainnya itu, kalau Rp0 tetap harus ada nilainya. Makanya dibuat jadi Rp1. Sebenarnya Rp1 dan Rp0 itu tidak ada bedanya bagi penumpang," jelasnya.
Ia menambahkan sistem kartu uang elektronik tetap membutuhkan angka rupiah agar transaksi bisa terbaca oleh sistem.
Karena itu tarif Rp0 secara teknis dikonversi menjadi Rp1 dalam sistem pembayaran.
Welfizon Yuza mengatakan, "Karena tetap harus ada rupiah yang terbaca dan terpotong di sistem, maka Rp0 dikonversi jadi Rp1," ujarnya.
Dengan mekanisme tersebut masyarakat tetap dapat menikmati layanan transportasi umum secara gratis meskipun secara sistem pembayaran tercatat sebesar Rp1.
- Penulis :
- Aditya Yohan







