
Pantau - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan lima unit bus untuk program mudik gratis Lebaran 2026 bagi masyarakat perantau yang ingin pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Omar Udaya mengatakan pemerintah daerah telah memastikan ketersediaan lima kendaraan untuk program tersebut.
"Yang sudah pasti dari pemda ada lima kendaraan. Untuk tambahan dari instansi lain masih kami koordinasikan," ungkapnya.
Ia menjelaskan program mudik gratis tersebut mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mengoordinasikan pelaksanaan serta mekanisme pendaftaran peserta.
Pemberangkatan mudik gratis dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret 2026 dari Museum Purna Bakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Menurut Omar, pemerintah kabupaten berperan dalam menyiapkan armada serta dukungan operasional di daerah tujuan, sementara teknis pelaksanaan akan dikoordinasikan oleh pemerintah provinsi.
Program mudik gratis ini diharapkan dapat meringankan biaya transportasi masyarakat Banyumas yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat arus mudik.
Antisipasi Arus Mudik Lebaran
Di sisi lain, Dinas Perhubungan Banyumas juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Omar mengatakan pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi tingkat nasional terkait persiapan arus mudik Lebaran tahun ini.
"Secara nasional kami sudah mengikuti rapat pengarahan terkait persiapan arus mudik, dan untuk tingkat kabupaten akan segera kami rapatkan lebih lanjut," ujarnya.
Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalu Lintas
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Banyumas Mufti Hakim mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Ia menjelaskan jalur alternatif tersebut dapat dimanfaatkan pemudik jika terjadi kemacetan di jalur utama.
Selain itu, Dinas Perhubungan Banyumas juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan selama arus mudik dan arus balik.
Beberapa wilayah yang dinilai berpotensi mengalami kepadatan antara lain kawasan Patikraja dan Rawalo.
"Kami sudah menyiapkan jalur alternatif dan langkah antisipasi jika terjadi kepadatan, termasuk pemanfaatan jalan-jalan kecil yang masih memungkinkan dilalui kendaraan," kata Mufti Hakim.
- Penulis :
- Arian Mesa







