
Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah fokus memperkuat konsumsi domestik untuk mengantisipasi dampak kondisi di Timur Tengah yang menunjukkan potensi eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Santoso saat meninjau harga dan ketersediaan pangan di Pasar Terong Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.
Ia menegaskan bahwa penguatan daya beli masyarakat dan ekosistem ekonomi dalam negeri menjadi langkah penting agar aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan normal di tengah ketidakpastian global.
"Jadi kita harus tingkatkan daya beli masyarakat, kita tingkatkan ekosistem ekonomi kita di dalam negeri. Jadi semua berjalan seperti biasa," ujarnya.
Dampak Konflik terhadap Pasar Ekspor
Budi Santoso mengakui bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran yang terjadi saat ini berpotensi mempengaruhi perekonomian, khususnya terhadap pasar-pasar ekspor Indonesia.
Menurutnya, pemerintah menilai perlu dilakukan berbagai langkah antisipasi agar dampak dari situasi global tersebut tidak terlalu mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri.
Ia mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar ekspor yang kemungkinan terdampak oleh situasi konflik tersebut.
"Kita lihat pasar-pasar ekspor kita terutama tentu akan sedikit terpengaruh tapi akan tetap kita monitor. Kita juga berharap segera selesai (konflik)," ujarnya.
Harga dan Stok Pangan Dipantau
Dalam kunjungan ke Pasar Terong Makassar tersebut, Menteri Perdagangan didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Dari hasil pemantauan di pasar tradisional tersebut, secara umum harga dan stok pangan masih berada dalam kondisi stabil.
Pemerintah juga terus berupaya memastikan pasokan bahan pokok tetap terjamin serta harga tetap stabil selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran.
- Penulis :
- Leon Weldrick








