Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

97 Persen SPBU di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Kembali Beroperasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

97 Persen SPBU di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Kembali Beroperasi
Foto: (Sumber : Arsip foto - Pengendara antre mengisi BBM di SPBU Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (28/1/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar/am..)

Pantau - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melaporkan sebagian besar fasilitas bahan bakar di wilayah terdampak bencana telah kembali beroperasi untuk menopang kebutuhan energi masyarakat.

Hingga 4 Maret 2026 sekitar 97 persen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali beroperasi.

Pemulihan operasional tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak serta gas elpiji bagi para penyintas bencana.

Dari total 156 SPBU yang terdampak bencana sebanyak 151 SPBU telah kembali beroperasi atau sekitar 97 persen.

Sementara lima SPBU lainnya belum beroperasi karena akses jalan menuju lokasi belum sepenuhnya pulih.

Untuk menambah pasokan bahan bakar disiapkan delapan SPBU alternatif yang mayoritas berada di wilayah Aceh Tengah.

Distribusi BBM di Aceh Masih Terkendala Akses Jalan

Dari 11 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji yang terdampak di wilayah Aceh seluruhnya telah kembali beroperasi atau mencapai 100 persen.

Sebanyak 131 agen Liquefied Petroleum Gas juga telah kembali beroperasi.

Meski demikian Satgas PRR masih menghadapi kendala distribusi bahan bakar karena beberapa akses jalan belum sepenuhnya normal.

Kendala tersebut terjadi pada jalur Lhokseumawe menuju Aceh Utara, Bireun, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Kuta Belang, serta Meureudu.

Sebagian jalur masih dalam proses perbaikan sehingga distribusi belum berjalan lancar.

Operasional SPBU di Sumatera Utara dan Sumatera Barat Pulih

Di Provinsi Sumatera Utara dari total 406 SPBU yang terdampak seluruhnya telah kembali beroperasi atau mencapai 100 persen.

Sebanyak 46 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji di wilayah tersebut juga telah beroperasi sepenuhnya.

Selain itu sebanyak 383 agen LPG yang terdampak telah kembali beroperasi.

Namun pasokan bahan bakar di beberapa wilayah Sumatera Utara masih belum sepenuhnya stabil akibat adanya akses jalan yang terputus di wilayah Humbang Hasandutan.

Sementara di Provinsi Sumatera Barat sebanyak 147 SPBU terdampak telah kembali beroperasi seluruhnya atau mencapai 100 persen.

Sebanyak 14 SPBE di wilayah tersebut juga telah kembali berfungsi sepenuhnya.

Selain itu sebanyak 172 agen LPG yang terdampak telah kembali beroperasi.

Meski demikian distribusi bahan bakar melalui jalur Lembah Anai dan Malalak belum dapat dilakukan.

Akses jalan di wilayah tersebut masih belum dapat dilalui sehingga distribusi dialihkan melalui rute alternatif Sitinjau Lauik.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas dalam proses pemulihan pascabencana.

Muhammad Tito Karnavian mengatakan "Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, seperti listrik, kemudian bahan bakar, baik bahan bakar minyak maupun liquefied petroleum gas, serta sarana komunikasi dan internet", ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf