Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Papua Barat Daya Percepat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Enam Kabupaten dan Kota

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Papua Barat Daya Percepat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Enam Kabupaten dan Kota
Foto: (Sumber : Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya gelar rapat koordinasi lintas kabupayen kota untuk membahas pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih, Rabu (4/3/2026) (ANTARA/HO-Diskominfo Papua Barat Daya))

Pantau - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyepakati percepatan pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih bersama enam kabupaten dan kota di wilayah tersebut sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas kabupaten dan kota yang digelar pada 4 Maret 2026.

Rapat tersebut melibatkan seluruh perwakilan daerah dari enam kabupaten dan kota di Papua Barat Daya.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan menyepakati berbagai hal prioritas untuk mendukung percepatan pembangunan program Kampung Nelayan Merah Putih.

Elisa Kambu menjelaskan pembangunan program tersebut diharapkan segera direalisasikan setelah seluruh perencanaan disepakati dan siap dilaksanakan.

Pengembangan Kampung Nelayan dengan Model Klaster

Di Kota Sorong, rencana pengembangan kampung nelayan akan menggunakan model klaster di sejumlah wilayah pesisir.

Wilayah tersebut meliputi Pulau Raam, Suprau, Boswesen, dan Doom Barat.

Program pembangunan tersebut juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung bagi nelayan.

Fasilitas yang direncanakan antara lain tambatan perahu, pabrik es, gudang beku, tempat pelelangan ikan, balai pelatihan nelayan, serta stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan.

Pemerintah berharap program tersebut dapat meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Target Nasional 1.000 Kampung Nelayan

Secara nasional pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia.

Dari jumlah tersebut sedikitnya 200 lokasi dialokasikan untuk wilayah Papua hingga tahun 2028.

Direktur Kepelabuhanan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ady Candra menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Ia mengatakan "Jika tahun ini banyak lokasi yang lahannya sudah clean and clear, memenuhi kriteria teknis serta mendapat dukungan pemerintah daerah, tentu akan segera kami usulkan untuk dibangun", ujarnya.

Ady Candra menambahkan bahwa kawasan Raja Ampat diharapkan dapat dikembangkan sebagai pusat atau hub perikanan sekaligus model pengembangan kampung nelayan bagi wilayah sekitarnya.

Setiap Lokasi Didukung Anggaran Rp20 Miliar

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya Absalom Solossa menyampaikan setiap lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih akan didukung anggaran sekitar Rp20 miliar.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan.

Fasilitas yang akan dibangun meliputi tambatan perahu, pabrik es, penyediaan coolbox, sentra kuliner, gudang beku, balai pelatihan nelayan, bantuan kapal dan mesin, bengkel nelayan, serta stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan.

Pembangunan beberapa fasilitas tersebut juga akan dilakukan melalui pola sinergi dengan pihak swasta.

Absalom Solossa mengatakan "Ini peluang emas bagi daerah. Syarat utamanya lahan harus clean, clear dan free serta ada dukungan penuh pemerintah daerah dalam kepastian hukum. Jika itu terpenuhi, KKP siap membangun", katanya.

Penulis :
Aditya Yohan