Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Strategi Investasi Emas Menjelang Lebaran 2026 Berubah, Investor Profesional Manfaatkan Crypto Emas hingga Derivatif

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Strategi Investasi Emas Menjelang Lebaran 2026 Berubah, Investor Profesional Manfaatkan Crypto Emas hingga Derivatif
Foto: (Sumber : lustrasi - emas.)

Pantau - Memasuki minggu pertama Maret 2026, pasar finansial Indonesia berada pada fase yang krusial terutama menjelang periode Lebaran yang secara historis sering memunculkan anomali pasar akibat meningkatnya kebutuhan likuiditas masyarakat.

Pada periode tersebut banyak investor ritel mencairkan aset untuk kebutuhan mudik dan perayaan hari raya.

Di sisi lain, pengelola dana besar justru memanfaatkan kondisi tersebut sebagai peluang untuk membangun posisi investasi baru.

Pada tahun 2026, investasi emas tidak lagi hanya dilakukan dengan menyimpan emas fisik, tetapi telah berkembang melalui berbagai instrumen finansial modern.

Investor profesional kini mengelola emas melalui ekosistem derivatif dan instrumen proxy yang memungkinkan pertumbuhan modal dua arah, efisiensi pajak, serta potensi arus kas pasif.

Strategi tersebut dikenal sebagai "Masterplan 2026" yang memanfaatkan infrastruktur investasi modern seperti layanan Pluang Plus.

Crypto Emas Dinilai Lebih Efisien dari Emas Fisik

Langkah pertama dalam strategi tersebut adalah membangun fondasi portofolio menggunakan aset lindung nilai yang efisien.

Dalam konteks ini, emas digital atau crypto emas seperti PAXG dan XAUT dinilai memiliki keunggulan dibandingkan emas fisik dalam operasional investasi profesional.

Instrumen tersebut memiliki keunggulan dari sisi pajak karena dikategorikan sebagai aset kripto yang saat ini dikenakan skema pajak final di Indonesia.

Sementara itu emas fisik sering dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22 serta memiliki kompleksitas terkait Pajak Pertambahan Nilai.

Keunggulan lain dari crypto emas adalah tingkat likuiditas yang tinggi karena dapat diperdagangkan selama 24 jam setiap hari di pasar global.

Investor dapat melakukan transaksi kapan saja melalui aplikasi atau platform web trading tanpa harus menunggu pasar fisik dibuka.

Saham Tambang, Opsi, dan Futures Jadi Strategi Lanjutan

Setelah fondasi aset emas terbentuk, strategi berikutnya adalah memperluas pertumbuhan modal melalui saham perusahaan tambang emas global.

Beberapa perusahaan yang sering dijadikan proxy terhadap harga emas antara lain Newmont, Barrick Gold, dan Agnico Eagle.

Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki hubungan kuat dengan harga emas global sehingga pergerakan sahamnya sering mengikuti tren harga emas.

Strategi investasi dapat menggunakan leverage untuk meningkatkan potensi keuntungan.

Strategi swing trading menggunakan leverage dua kali lipat untuk akumulasi saham dalam jangka menengah beberapa hari hingga beberapa minggu.

Dengan modal sekitar 50 persen, investor dapat mengendalikan posisi investasi dua kali lebih besar.

Sementara itu strategi momentum menggunakan leverage empat kali lipat untuk perdagangan harian saat terjadi volatilitas tinggi di pasar.

Strategi ini biasanya dilakukan saat rilis data ekonomi penting seperti data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau inflasi.

Namun posisi perdagangan dalam strategi tersebut harus ditutup sebelum penutupan pasar saham Amerika Serikat.

Inovasi lain yang digunakan investor profesional adalah pemanfaatan opsi saham Amerika Serikat.

Opsi memungkinkan investor tidak hanya membeli aset, tetapi juga menjadi penyedia likuiditas di pasar dan memperoleh premi.

Salah satu strategi yang digunakan adalah menjual opsi put dengan jaminan kas pada saham perusahaan tambang emas.

Dalam strategi tersebut investor menerima premi di awal sebagai keuntungan.

Jika harga saham tetap berada di atas harga yang ditentukan, premi tersebut menjadi keuntungan bersih.

Jika harga saham turun hingga menyentuh level tersebut, investor tetap memperoleh saham yang diinginkan dengan harga lebih murah.

Keuntungan lain dari strategi menjual opsi adalah manfaat dari penyusutan nilai waktu kontrak opsi yang menguntungkan pihak penjual.

Selain strategi investasi jangka panjang, investor profesional juga memanfaatkan instrumen futures crypto emas seperti XAUTUSDT-PERP.

Instrumen ini memungkinkan investor melakukan short selling ketika harga emas dinilai terlalu tinggi atau overbought.

Dengan leverage dinamis hingga 25 kali, investor dapat melakukan lindung nilai terhadap portofolio emas yang dimiliki.

Jika harga emas turun, keuntungan dari posisi short dapat menutup kerugian dari aset emas yang dimiliki.

Strategi tersebut dikenal sebagai manajemen risiko dinamis untuk menjaga stabilitas nilai kekayaan bersih investor.

Pengelolaan dana dalam strategi ini juga menggunakan pendekatan barbell strategy.

Strategi tersebut membagi dana investasi ke dua kategori utama.

Kategori pertama adalah investasi berisiko tinggi dengan potensi keuntungan besar seperti saham proxy emas berleverage, opsi, dan futures kripto.

Kategori kedua adalah investasi yang sangat aman namun tetap memberikan imbal hasil stabil.

Contohnya adalah penempatan dana cadangan dalam instrumen imbal hasil dolar Amerika Serikat dengan tingkat pengembalian sekitar 3,38 persen per tahun.

Dana cadangan tersebut tetap menghasilkan imbal hasil meskipun belum digunakan untuk investasi aktif.

Infrastruktur investasi seperti layanan over the counter foreign exchange juga memungkinkan transaksi valuta asing dalam jumlah besar dengan nilai tukar yang kompetitif.

Investor juga dapat menggunakan platform web trading untuk memantau pergerakan harga emas, obligasi, dan saham tambang secara bersamaan dalam satu tampilan analisis.

Fitur advanced order seperti take profit dan stop loss membantu investor mengatur strategi keluar secara otomatis.

Hal tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat pergerakan pasar yang cepat.

Dengan berbagai instrumen tersebut, investasi emas menjelang Lebaran 2026 tidak lagi sekadar mengikuti tradisi, tetapi menjadi strategi finansial yang kompleks dan terencana.

Investor dapat memanfaatkan momen penjualan emas oleh masyarakat ritel sebagai peluang untuk membangun posisi investasi yang kuat.

Strategi tersebut menggabungkan crypto emas untuk efisiensi pajak, leverage saham untuk pertumbuhan modal, serta opsi untuk menciptakan arus kas tambahan.

Dalam siklus pasar emas saat ini, investor yang mampu mengelola berbagai instrumen derivatif secara fleksibel dinilai memiliki peluang terbesar untuk meraih keuntungan.

Penulis :
Aditya Yohan