Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Satpol PP Jakarta Utara Menjaring Delapan Pengemis Bawa Balita dalam Operasi Pekat Selama Ramadhan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Satpol PP Jakarta Utara Menjaring Delapan Pengemis Bawa Balita dalam Operasi Pekat Selama Ramadhan
Foto: Delapan orang PMKS yang terjaring Operasi Pekat oleh Satpol PP Jakarta Utara pada sejumlah lokasi di Jakarta Utara, Jumat 6/3/2026 (sumber: Satpol PP Jakut)

Pantau - Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Utara menjaring delapan orang pengemis yang membawa anak balita dalam Operasi Penyakit Masyarakat atau Operasi Pekat yang digelar selama bulan Ramadhan di sejumlah wilayah Jakarta Utara.

Kepala Satpol PP Jakarta Utara Budhy Novian mengatakan para pengemis yang terjaring merupakan kelompok pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial.

"Mereka adalah para pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PMKS)," ungkapnya.

Secara keseluruhan terdapat delapan orang yang terjaring dalam operasi tersebut yang terdiri dari lima orang dewasa dan tiga anak.

Seluruh orang yang terjaring kemudian dibawa ke Suku Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Seluruh PMKS, kami bawa ke Sudin Sosial untuk diberikan penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Penanganan dan Pembinaan oleh Dinas Sosial

Budhy menjelaskan pemerintah daerah akan terus melakukan penertiban terhadap kelompok pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial seperti pengemis, gelandangan, dan lainnya.

Penertiban ini dilakukan agar mereka dapat menjalani pembinaan sehingga nantinya bisa hidup lebih mandiri.

"Setelah terjaring nantinya akan diserahkan ke Suku Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan lanjutan," katanya.

Imbauan Tidak Memberi Uang di Jalan

Budhy juga mengimbau masyarakat yang merasa iba kepada pengemis dan gelandangan agar tidak memberikan uang atau sedekah langsung di jalan.

Ia menyarankan agar bantuan atau donasi disalurkan melalui panti sosial atau lembaga resmi yang bergerak di bidang sosial.

Menurutnya, memberi sedekah langsung di jalan tidak menyelesaikan persoalan sosial yang terjadi di jalanan.

"Jika memberi sedekah di jalan, tidak menyelesaikan persoalan sosial di jalanan," ujarnya.

Operasi Pekat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga ketertiban umum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Upaya ini dilakukan khususnya selama bulan Ramadhan.

Kegiatan tersebut juga bertujuan menciptakan lingkungan yang kondusif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.

Operasi penyakit masyarakat seperti ini akan terus dilakukan secara rutin terutama selama bulan Ramadhan.

"Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat di DKI Jakarta khususnya Jakarta Utara," ungkapnya.

Penulis :
Leon Weldrick