
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaktifkan operasi tanggap darurat untuk menangani longsor di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang serta memastikan keselamatan petugas dan percepatan evakuasi di lokasi kejadian.
Operasi tersebut difokuskan pada penanganan korban, stabilisasi area longsor, serta pemulihan pelayanan pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menyatakan operasi tanggap darurat langsung diaktifkan setelah kejadian dilaporkan.
Ia mengatakan, "Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran".
Tiga Korban Meninggal Dunia
Kejadian longsor tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Korban pertama bernama Sumini berusia 60 tahun yang merupakan pemilik warung di sekitar lokasi.
Korban kedua bernama Dedi Sutrisno yang bekerja sebagai pengemudi truk Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat.
Korban ketiga bernama Endah Widayati berusia 25 tahun yang berprofesi sebagai pemulung.
Selain korban meninggal terdapat satu orang korban yang mengalami luka ringan.
Korban tersebut bernama Slamet yang merupakan pengemudi truk Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.
Ia telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Setelah menjalani pemeriksaan medis korban tersebut diperbolehkan pulang.
Asep menyampaikan seluruh pekerja PJLP yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan.
Biaya pengobatan bagi korban luka juga akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
Ia mengatakan santunan sosial juga akan diberikan kepada korban terdampak lainnya termasuk pemilik warung dan pemulung yang tidak berstatus PJLP.
Evakuasi Libatkan Tim Gabungan dan Alat Berat
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengerahkan tim untuk menangani situasi di lokasi.
Operasi penanganan dilakukan dengan koordinasi lintas instansi.
Instansi yang terlibat antara lain Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi.
Aparat dari Polsek Bantargebang dan Koramil 05 Bantargebang juga turut membantu operasi penanganan.
Dalam operasi evakuasi sebanyak lima dari tujuh truk yang terdampak longsor telah berhasil dikeluarkan.
Untuk mendukung operasi penanganan tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator.
Selain itu dua unit ambulans dari DLH DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi juga disiagakan di lokasi.
Alat berat tersebut digunakan untuk membuka timbunan material longsor guna mempercepat proses evakuasi.
- Penulis :
- Gerry Eka








