
Pantau - PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality menyiapkan strategi operasional khusus di Bali karena periode Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah beririsan dengan Hari Raya Nyepi pada tahun 2026.
Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat mengatakan Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan selama periode libur Lebaran tahun ini.
"Bali masih menjadi destinasi favorit pada periode Lebaran tahun ini. Kami memproyeksikan tingkat okupansi di Bali mencapai 64 persen," ungkap Christine Hutabarat dalam konferensi pers di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Secara keseluruhan, tingkat okupansi hotel yang dikelola perusahaan selama periode Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 63 persen.
Momentum beririsan antara Lebaran dan Nyepi dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi tingkat hunian hotel di Bali.
Perayaan Nyepi yang identik dengan penghentian aktivitas di luar ruangan membuat manajemen hotel harus memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh.
Antisipasi Logistik Selama Perayaan Nyepi
Manajemen hotel menyiapkan buffer stok bahan makanan dan minuman sebesar 20 hingga 30 persen untuk mengantisipasi pembatasan distribusi selama perayaan Nyepi di Bali.
"Kami harus memastikan seluruh kebutuhan operasional sudah aman sebelum tanggal Nyepi, karena tamu tidak bisa keluar hotel dan aktivitas di luar sangat terbatas," ujar Christine Hutabarat.
Kesiapan tersebut terutama berkaitan dengan logistik dan layanan bagi para tamu yang menginap selama periode Nyepi.
Perusahaan juga memperkuat koordinasi lintas unit operasional untuk memastikan layanan hotel tetap berjalan optimal selama periode dua hari besar keagamaan tersebut.
Pemantauan operasional hotel dilakukan selama 24 jam untuk menjaga kelancaran layanan bagi para tamu.
Manajemen juga menyiapkan penambahan tenaga kerja musiman guna mendukung operasional hotel selama periode Lebaran dan Nyepi.
Hadirkan Paket Tematik Selama Nyepi
Selain kesiapan operasional, perusahaan menghadirkan sejumlah paket tematik bagi tamu yang menginap selama perayaan Nyepi.
Paket tersebut antara lain "Silent Escape", "Sekala Niskala", dan "Silent Stay".
Paket tematik tersebut dirancang agar para tamu tetap memperoleh pengalaman menginap yang nyaman selama perayaan Nyepi.
Konsep paket mengedepankan pengalaman yang lebih personal bagi para tamu hotel.
Pengalaman tersebut mencakup berbagai aktivitas di dalam hotel.
Program yang ditawarkan meliputi program kuliner, layanan kebugaran, serta aktivitas relaksasi selama tamu berada di hotel.
Christine Hutabarat mengatakan "Kami ingin memastikan pengalaman tamu tetap seamless meskipun berada dalam periode hari besar keagamaan,".
InJourney Hospitality saat ini mengelola tujuh properti hotel di Bali.
Secara keseluruhan perusahaan mengelola 40 hotel yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia.
Momentum beririsan antara Lebaran dan Nyepi diharapkan tetap mampu menjaga minat wisatawan domestik untuk memilih Bali sebagai destinasi utama libur Lebaran tahun ini.
- Penulis :
- Leon Weldrick







