Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gerakan Satu Jam KU Disosialisasikan untuk Kurangi Ketergantungan Gawai pada Anak

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Gerakan Satu Jam KU Disosialisasikan untuk Kurangi Ketergantungan Gawai pada Anak
Foto: Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum (tiga dari kiri) dalam sosialisasi nasional "Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga" (Satu Jam KU) di Jakarta, Rabu 11/3/2026 (sumber: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)

Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyosialisasikan Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga atau Satu Jam KU sebagai upaya merespons tingginya penggunaan gawai pada anak usia dini.

Penggunaan Gawai Anak Usia Dini Tinggi

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum menyampaikan data dari profil anak usia dini terkait penggunaan teknologi pada anak.

Berdasarkan data tersebut, sebanyak 42,25 persen anak usia dini telah mengakses telepon genggam dan internet.

Ia menyebut anak usia di bawah enam tahun bahkan dapat terpapar penggunaan gawai hingga enam jam setiap hari.

Generasi Z dan Generasi Alpha juga disebut sebagai kelompok pengguna internet terbesar.

"Anak-anak kini lebih akrab dengan dunia digital dibanding interaksi sosial tradisional. Perubahan ini menyebabkan berkurangnya waktu interaksi langsung dalam keluarga. Oleh karena itu, Gerakan Satu Jam KU ini prinsip utamanya orang tua sebagai pengasuh utama, bukan gawai," ungkapnya.

Selain itu, data menunjukkan kurang dari 30 persen anak didampingi orang tua saat mengakses internet.

Indonesia juga tercatat menempati peringkat ketiga di dunia dalam laporan konten kekerasan seksual terhadap anak.

"Walaupun internet memiliki sisi positif seperti edukasi, komunikasi, akses informasi, arus konten negatif menjadi risiko besar bila tidak disertai pengasuhan aktif," katanya.

Gerakan Satu Jam KU Perkuat Interaksi Keluarga

Woro menjelaskan Gerakan Satu Jam KU bertujuan meningkatkan kualitas interaksi langsung dalam keluarga serta memperkuat ikatan antara orang tua dan anak melalui aktivitas bersama.

"Gerakan ini didasarkan pada pendekatan membangun keluarga berkualitas di era digital, dengan prinsip rumah sebagai zona aman dan nyaman untuk interaksi," ujarnya.

Dalam program ini, aktivitas keluarga tidak dibatasi dan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan.

Beberapa kegiatan yang dianjurkan antara lain ibadah bersama, makan bersama tanpa gawai, olahraga bersama, belajar bersama, rekreasi, diskusi keluarga, aktivitas budaya lokal, hingga berkumpul dan berbincang santai.

Program ini juga dilaksanakan bertepatan dengan momentum Bulan Ramadhan ketika banyak anak menjalani pembelajaran dari rumah sehingga dinilai menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan interaksi keluarga.

"Intinya, interaksi langsung tanpa distraksi gawai minimal satu jam setiap hari," tegasnya.

Penulis :
Arian Mesa