Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenkeu Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Meski Gangguan Rantai Pasok

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenkeu Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Meski Gangguan Rantai Pasok
Foto: (Sumber : Tangkapan layar - Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menjawab pertanyaan wartawan dalam Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu (11/3/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman..)

Pantau - Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyatakan optimistis perekonomian Indonesia tetap tumbuh meskipun terjadi gangguan rantai pasok komoditas akibat penutupan Selat Hormuz di tengah konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Febrio mengatakan pemerintah berencana menerapkan strategi belanja negara yang lebih merata sepanjang tahun untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami ingin pertumbuhan ekonominya juga lebih merata di sepanjang tahun, di mana belanja negaranya juga kami buat lebih merata," kata Febrio Kacaribu dalam Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Maret 2026 di Jakarta.

Kementerian Keuangan juga berupaya mempercepat realisasi belanja pemerintah agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen secara tahunan pada akhir 2026.

Hingga 28 Februari 2026 realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp493,8 triliun atau sekitar 12,8 persen dari target.

Angka tersebut meningkat 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sisi penerimaannya juga sangat memungkinkan kami untuk melakukan percepatan belanja itu karena pertumbuhannya untuk pajak di atas 30 persen," kata Febrio.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak tumbuh 30,4 persen secara tahunan menjadi Rp245,1 triliun hingga akhir Februari 2026.

Jumlah tersebut setara dengan 10,4 persen dari target penerimaan pajak tahun ini.

Pemerintah berharap percepatan belanja negara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026.

Sebelumnya pada kuartal keempat 2025 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,39 persen secara tahunan.

"Dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 5,39 persen, nanti kami harapkan ini bisa berada di 5,5 persen atau lebih di kuartal I 2026, momentum pertumbuhan ekonomi itu juga kita harapkan terus berlanjut," ujar dia.

Selain percepatan belanja pemerintah juga memberikan berbagai stimulus ekonomi untuk mendorong aktivitas ekonomi dalam negeri.

Stimulus tersebut terutama diberikan menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Pemerintah memberikan diskon tiket kereta api sebesar 30 persen.

Diskon tarif dasar tiket angkutan laut juga diberikan sebesar 30 persen.

Pemerintah juga menghapus 100 persen tarif jasa pelabuhan untuk angkutan penyeberangan serta memberikan diskon tiket pesawat.

Selain itu pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada kelompok masyarakat desil I hingga IV.

Bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 35 juta Keluarga Penerima Manfaat.

Pemerintah juga menyalurkan Tunjangan Hari Raya kepada Aparatur Sipil Negara.

Hingga 10 Maret 2026 nilai penyaluran THR kepada ASN telah mencapai Rp24,7 triliun.

"Kami harapkan penyaluran THR ini juga sangat mendorong daya beli masyarakat di masa Ramadhan dan juga menjelang Idul Fitri dan juga tentunya bagian dari upaya meningkatkan belanja masyarakat di kuartal I 2026 dan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026," katanya menambahkan.

Penulis :
Ahmad Yusuf