Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mahasiswa Universitas Jember Ciptakan EntoSphere, Laboratorium Serangga Pintar Berbasis AI untuk Edukasi dan Konservasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mahasiswa Universitas Jember Ciptakan EntoSphere, Laboratorium Serangga Pintar Berbasis AI untuk Edukasi dan Konservasi
Foto: (Sumber : Konsep "EntoSphere" yang dirancang mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Unej ANTARA/HO-Humas Unej.)

Pantau - Tiga mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember merancang inovasi bernama EntoSphere yang merupakan konsep laboratorium serangga pintar berbasis digital untuk mencegah kepunahan serangga langka sekaligus menjaga kelestarian alam.

Tiga mahasiswa tersebut adalah Nadzar Thariqy Achsan, Melsanda Aprilina, dan Fahilah Ayu Safitri.

Inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi edukatif atas kekhawatiran terhadap menurunnya populasi serangga serta untuk menciptakan metode pembelajaran biologi yang lebih aplikatif dalam menjaga ekosistem.

Nadzar Thariqy Achsan menjelaskan bahwa gagasan tersebut muncul dari kepedulian terhadap rendahnya kesadaran masyarakat mengenai peran penting serangga dalam ekosistem.

Ia mengatakan, "Kepedulian kami terhadap kelestarian serangga ini datang dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem".

EntoSphere dirancang bukan hanya sebagai kandang serangga biasa tetapi sebagai laboratorium interaktif yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dan sensor otomatis berbasis Internet of Things.

Sistem tersebut memanfaatkan sensor suhu serta kamera khusus untuk memantau aktivitas serangga.

Teknologi ini memungkinkan pemantauan dilakukan tanpa mengganggu perilaku alami serangga.

Nadzar menjelaskan bahwa teknologi tersebut mampu melakukan analisis secara otomatis terhadap spesies dan aktivitas serangga.

Ia mengatakan, "Teknologi AI yang diusulkan mampu mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis".

Integrasi teknologi tersebut memungkinkan pengumpulan data alam secara sistematis dan real-time.

Dengan sistem tersebut, pemantauan populasi serangga dapat dilakukan secara lebih akurat dan terstandar.

Jika diterapkan di sekolah, EntoSphere dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran interaktif bagi siswa.

Program pembelajaran tersebut dinamakan Insecta Cops.

Melalui program tersebut, siswa diajak mempelajari hubungan antara lingkungan dan perilaku serangga berdasarkan data lapangan yang nyata.

Pendekatan tersebut dinilai dapat memperkuat literasi sains serta kemampuan analitis siswa.

Metode ini juga mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi, teknologi, dan analisis data.

Dengan demikian proses pembelajaran tidak hanya berhenti pada konsep teori tetapi juga berbasis bukti dan pengalaman langsung melalui pengamatan data.

Nadzar berharap gagasan tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi.

Ia juga mengapresiasi dukungan kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif.

Ia mengatakan, "Lingkungan yang suportif sangat berpengaruh terhadap keberanian untuk mencoba dan berkompetisi".

Ia juga mendorong mahasiswa lain agar tidak ragu memulai dan tidak takut gagal.

Menurutnya proses mencoba, belajar, dan konsisten akan membawa seseorang menuju prestasi.

Penulis :
Aditya Yohan