Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Telkom Targetkan Pangkas Anak Usaha dari 60 Menjadi 14 dalam Program Transformasi TLKM 2030

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Telkom Targetkan Pangkas Anak Usaha dari 60 Menjadi 14 dalam Program Transformasi TLKM 2030
Foto: (Sumber : Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra dalam tayangan konferensi video (di layar) memberikan media update di Jakarta, Rabu (12/3) malam. (ANTARA/Indra Arief Pribadi).)

Pantau - PT Telkom Indonesia Persero Tbk berencana menyederhanakan struktur anak usaha dengan mengurangi jumlah entitas dari sekitar 60 menjadi 14 perusahaan sebagai bagian dari program transformasi bisnis perusahaan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra menyampaikan bahwa langkah tersebut akan dilakukan melalui berbagai aksi korporasi terhadap sekitar 50 entitas yang saat ini berada dalam struktur Telkom Group.

Ia mengatakan, "Dari sekitar 60 subsidiaries entitas yang ada saat ini, intensinya ialah kita mau reduce angka itu ke sekitar 14. Jadi kurang lebih ada sekitar 50-an yang kita melakukan aksi korporasi".

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat fokus bisnis utama perusahaan serta meningkatkan pengelolaan aset secara lebih efisien.

Dari sekitar 50 entitas yang akan ditata ulang, Telkom menyiapkan sejumlah opsi aksi korporasi.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melakukan divestasi terhadap beberapa anak perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga akan menutup sejumlah entitas yang sudah tidak aktif atau tidak lagi memiliki kegiatan operasional.

Angelo menjelaskan bahwa beberapa perusahaan memang sudah lama tidak diperbarui aktivitasnya.

Ia mengatakan, "Ini karena entitas sudah lama, atau sudah tidak update, maka itu akan kita tutup".

Telkom juga berencana mentransfer atau menggabungkan sejumlah anak usaha melalui proses merger.

Perusahaan turut mengevaluasi kepemilikan minoritas pada beberapa perusahaan yang dinilai tidak memberikan nilai tambah signifikan.

Ia mengatakan, "Investasi minoritas di beberapa perusahaan ini yang mungkin nilainya tidak terlalu meaningful juga bagi kita".

Program perampingan tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi jangka menengah perusahaan menuju 2030 yang dikenal sebagai TLKM 30.

Salah satu pilar utama dalam program tersebut adalah streamlining atau perampingan struktur Telkom Group.

Perampingan dilakukan dengan menggabungkan unit bisnis yang memiliki fungsi tumpang tindih serta melepas bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan bisnis inti perusahaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat struktur grup perusahaan menjadi lebih efisien dan tidak memiliki terlalu banyak anak usaha.

Sejalan dengan strategi tersebut, Telkom juga memperkuat perannya sebagai induk usaha strategis atau strategic holding.

Sementara itu, operasional bisnis dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi penggerak utama di masing-masing lini usaha.

Ke depan, Telkom menetapkan empat pilar utama sebagai mesin pertumbuhan perusahaan yaitu B2C Business, B2B IT Services, Digital Infrastructure, serta International Business.

Penulis :
Aditya Yohan