Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Larangan Delman Beroperasi Saat Mudik Lebaran di Garut Disertai Kompensasi bagi 477 Kusir

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Larangan Delman Beroperasi Saat Mudik Lebaran di Garut Disertai Kompensasi bagi 477 Kusir
Foto: (Sumber: Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi (kanan) bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kedua kanan) menemui anak dari kusir delman yang menunggu pemberian kompensasi di halaman Markas Polres Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026). ANTARA/Feri Purnama.)

Pantau - Suara derap langkah kuda yang biasa terdengar di sejumlah sudut jalan Kabupaten Garut, Jawa Barat, akan menghilang sementara selama masa pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Selama tujuh hari, yaitu tiga hari sebelum dan empat hari setelah Lebaran, delman tidak diizinkan melintas di jalanan utama guna mendukung kelancaran arus kendaraan pemudik.

Kebijakan tersebut diterapkan karena pergerakan delman yang lambat dikhawatirkan dapat memperlambat arus kendaraan bermotor di jalur mudik.

Jika delman tetap beroperasi saat volume kendaraan meningkat, kondisi tersebut berpotensi memicu kemacetan panjang di jalur utama.

Larangan sementara tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan kusir karena momen Lebaran biasanya menjadi waktu meningkatnya penghasilan dari perjalanan wisata maupun perjalanan singkat masyarakat.

Pemerintah Berikan Kompensasi bagi Kusir

Kekhawatiran para kusir mereda setelah pemerintah menyiapkan kompensasi bagi mereka yang tidak dapat beroperasi selama masa pengamanan arus mudik.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan uang kompensasi kepada para kusir delman yang terdampak kebijakan tersebut.

Sebanyak 477 kusir delman dari wilayah perkotaan Garut dan Tarogong menerima bantuan tersebut.

Para kusir berkumpul di halaman Markas Polres Garut untuk menunggu penyerahan kompensasi secara simbolis yang dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kedatangan gubernur sekitar pukul 13.00 WIB disambut sorak gembira para kusir yang menunggu di bawah terik matahari.

Sebagian kusir menunggu di bangku delman, sementara yang lain berdiri di dekat kuda mereka.

Kusir delman bernama Ii Saepudin menyampaikan rasa syukurnya setelah menerima bantuan kompensasi tersebut.

"Alhamdulillah, senang. Nanti uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan kami siap total tidak akan beroperasi," ungkapnya.

Ii Saepudin juga menerima bantuan tambahan dari Gubernur Jawa Barat berupa modal usaha ternak domba sebesar Rp10 juta.

Kusir lainnya bernama Firdaus juga mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah.

"Alhamdulillah, bantuan akan digunakan untuk yang bermanfaat, untuk sehari-hari, dan untuk pakan juga," ujarnya.

Para kusir menerima kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari selama tujuh hari sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp1,4 juta.

Kebijakan Dinilai Bantu Kelancaran Arus Mudik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan memperlancar arus kendaraan di jalur mudik.

"Ini bertujuan mempermudah dan memperlancar tugas dari Kementerian Perhubungan dan Mabes Polri, sehingga jalur yang berpotensi menimbulkan kemacetan bisa dilintasi dengan lancar," katanya.

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi turut mengapresiasi kebijakan pemberian kompensasi kepada para kusir delman di Garut.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu pemerintah dalam mengelola perjalanan angkutan Lebaran.

"Ini program Pak Gubernur membantu pemerintah pusat dalam mengelola perjalanan angkutan Lebaran, di mana ini untuk memperlancar saudara-saudara kita yang akan melakukan mudik," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kebijakan serupa dapat diterapkan di daerah lain yang memiliki jalur mudik padat.

"Kembali kami menyampaikan, tergantung pada kesiapan dari masing-masing daerah," katanya.

Kebijakan kompensasi tersebut dinilai menjadi solusi untuk mengatasi potensi kemacetan tanpa merugikan para kusir delman sebagai bagian dari transportasi tradisional.

Penulis :
Gerry Eka