
Pantau - BPBD Jawa Timur bersama BMKG Juanda melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah menjelang periode Lebaran 2026.
Operasi Modifikasi Cuaca di Sejumlah Wilayah
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan operasi tahap awal dilakukan menggunakan pesawat PK-SCJ dengan sasaran wilayah Situbondo, Jember, Banyuwangi, Tuban, hingga Mojokerto.
Ia mengatakan, "Pada hari pertama ini, kegiatan OMC dilakukan sebanyak tiga sortie dengan total bahan semai yang disebar sebanyak 2.800 kilogram CaO."
Operasi tersebut mencatat total waktu penerbangan selama 5 jam 20 menit dengan penyemaian awan pertama dilakukan di Situbondo dan Banyuwangi.
Sortie kedua dilaksanakan di wilayah Tuban, sementara sortie ketiga dilakukan di Mojokerto.
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Gatot menegaskan operasi ini merupakan instruksi gubernur untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama masa mudik dan balik Lebaran.
Ia mengatakan, "Sebagaimana instruksi gubernur, OMC ini kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama masa Lebaran."
Operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung selama 10 hari hingga H+5 Lebaran atau 26 Maret 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan curah hujan yang tinggi di Jawa Timur menjelang peralihan musim hujan ke kemarau.
Pemprov Jatim berharap upaya ini dapat mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran.
- Penulis :
- Aditya Yohan







