Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Mengingatkan Potensi Banjir Rob di NTB Saat Libur Lebaran 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Mengingatkan Potensi Banjir Rob di NTB Saat Libur Lebaran 2026
Foto: (Sumber : Sejumlah pegawai pemerintahan bergotong royong membuat tanggul dari karung pasir guna mencegah dampak banjir rob dan abrasi di pesisir pantai kawasan kampung nelayan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram menyebutkan sebanyak 18 rumah nelayan yang ditempati 100 jiwa mengalami rusak berat akibat gelombang pasang dengan ketinggian 2-3 meter pada Kamis (22/1/2026). ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama/sgd/foc..)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir rob yang dapat menggenangi wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 17 hingga 27 Maret 2026 bertepatan dengan libur Lebaran.

Potensi Pasang Maksimum Air Laut

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi menyatakan banjir rob dipicu fenomena pasang maksimum air laut akibat fase bulan baru.

"Tinggi pasang air laut maksimum sekitar 1,9 meter di sejumlah perairan NTB dengan waktu pasang terjadi pada siang hingga dini hari," ujarnya.

Ia menjelaskan genangan air laut berpotensi terjadi di wilayah pesisir dengan elevasi rendah sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Wilayah Terdampak dan Imbauan BMKG

BMKG memprakirakan sejumlah wilayah pesisir di Pulau Lombok seperti Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok berpotensi terdampak banjir rob.

Selain itu, wilayah pesisir Pulau Sumbawa seperti Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota juga berpeluang mengalami genangan air laut.

"Kami mengimbau masyarakat pesisir yang masuk dalam daerah berpotensi rob untuk selalu meningkatkan kewaspadaan," kata Satria.

Ia menambahkan peringatan ini penting mengingat NTB merupakan provinsi kepulauan dengan banyak aktivitas masyarakat bergantung pada kawasan pesisir, terutama saat arus mudik dan libur Lebaran.

"Pantau terus perkembangan informasi kondisi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi potensi dampak fenomena banjir rob," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf