
Pantau - Kementerian Agama menyiapkan ratusan rumah ibadah lintas agama sebagai tempat istirahat sementara yang beroperasi 24 jam selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Ratusan Rumah Ibadah Dibuka untuk Pemudik
Rumah ibadah seperti gereja, pura, dan vihara difungsikan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang singgah bagi pemudik yang membutuhkan istirahat selama perjalanan.
Direktur Jenderal Bimas Kristen Jeane Marie Tulung mengatakan kehadiran gereja di tengah masyarakat diharapkan membawa nilai kasih dan solidaritas kemanusiaan.
"Kegiatan pelayanan ini merupakan panggilan iman untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata di tengah masyarakat serta memperkuat solidaritas dan harmoni kehidupan berbangsa," ujarnya.
Sebanyak 106 gereja di berbagai wilayah Indonesia membuka fasilitas singgah bagi pemudik melalui Program Gereja Ramah Pemudik yang digerakkan Ditjen Bimas Kristen Kemenag.
Fasilitas yang disediakan meliputi tempat istirahat, air minum, toilet, tempat ibadah, serta fasilitas pengisian daya telepon genggam.
Sejumlah gereja yang terlibat antara lain HKBP Pasaman Barat, GPDI Bukit Sion Bangko Sempurna, GPT Mawar Saron, serta jaringan Gereja Pantekosta di Indonesia dan Gereja Pentakosta Indonesia.
Di Manado, gereja di jalur strategis seperti Gereja Pentakosta di Indonesia Batas Kota Malalayang Dua dan Gereja Masehi Injili di Minahasa Abraham Sario turut membuka layanan singgah bagi pemudik.
Pura dan Vihara Juga Siaga 24 Jam
Direktorat Jenderal Bimas Hindu menyiapkan tujuh pura di jalur utama mudik sebagai rest area yang beroperasi selama 24 jam.
Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija menjelaskan langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar rumah ibadah lintas agama dimanfaatkan sebagai tempat istirahat yang aman dan nyaman.
"Rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga dapat menjadi ruang singgah bagi para pemudik yang membutuhkan tempat istirahat selama perjalanan," katanya.
Tujuh pura yang disiapkan antara lain Pura Agung Tirta Bhuana di Bekasi sebagai titik awal jalur Pantura dan Kalimalang serta Pura Jala Siddhi Amertha di Sidoarjo yang menjadi akses penting jalur timur Pulau Jawa.
Di Bali, pura yang disiapkan meliputi Pura Goa Lawah Klungkung, Pura Majapahit Jembrana, Pura Agung Jagatnatha Buleleng, Pura Ponjok Batu Buleleng, dan Pura Pulaki Buleleng.
Selain itu, Kemenag juga menyiapkan 45 rumah ibadah Buddha sebagai tempat singgah pemudik yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi mengatakan, "Ada 45 rumah ibadah Buddha yang tersebar di wilayah Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, yang siap untuk menjadi tempat singgah."
Sebaran lokasi meliputi Aceh tiga titik, Kepulauan Riau dua titik, Kepulauan Bangka Belitung satu titik, Sumatera Selatan satu titik, Bengkulu satu titik, Lampung sepuluh titik, DKI Jakarta empat titik, Jawa Tengah empat belas titik, DI Yogyakarta dua titik, Jawa Timur empat titik, Bali dua titik, dan Nusa Tenggara Barat satu titik.
- Penulis :
- Shila Glorya








