
Pantau - Masyarakat memilih mudik menggunakan kereta cepat Whoosh karena waktu tempuh yang dinilai sangat cepat dibandingkan moda transportasi lain, khususnya untuk rute Jakarta–Bandung.
Kereta Whoosh dianggap efektif untuk perjalanan pulang kampung karena hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam tanpa harus mengantisipasi kemacetan.
Kein, seorang pemuda yang hendak mudik ke Bandung, mengatakan, "Jauh lebih cepat kalau naik Whoosh ini. Jadi saya enggak perlu berangkat jauh-jauh hari biar enggak macet karena naik ini (Whoosh) hanya sekitar satu jam saja."
Ia membandingkan dengan temannya yang menggunakan kendaraan pribadi dan terjebak macet di tol selama lebih dari lima jam.
Kein menambahkan, "Walaupun ada plus minusnya kalau naik mobil pribadi bisa lebih mobile ke mana-mana. Tapi naik Whoosh ini cukup worth it."
Pengalaman Penumpang dan Catatan Fasilitas
Penumpang lain bernama Ahmad menyampaikan bahwa perjalanan mudik dengan Whoosh terasa lebih aman dan nyaman berkat fasilitas kereta yang memadai.
Ahmad mengaku tidak lagi menggunakan kendaraan travel seperti tahun-tahun sebelumnya sejak adanya Whoosh.
Namun, ia memberikan catatan terkait lokasi stasiun Whoosh yang masih cukup jauh dari pusat kota sehingga penumpang harus melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi feeder.
"Harapannya sih biar ada lokasi stasiun yang dekat dengan kota. Biar tidak dua kali jalan," ungkapnya.
Lonjakan Penumpang dan Pengamanan
PT Kereta Cepat Indonesia China mencatat penjualan tiket Whoosh mencapai sekitar 145 ribu selama periode mudik Lebaran 2026.
"Total tiket yang telah terjual mencapai sekitar 145 ribu tiket untuk periode perjalanan 13 hingga 30 Maret 2026," ungkap pihak KCIC.
Data tersebut tercatat hingga pukul 08.00 WIB dan menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan hari biasa.
Dalam satu hari, penjualan tiket mencapai sekitar 10 ribu tiket dan diperkirakan meningkat hingga 18 ribu tiket per hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KCIC mengerahkan 551 personel gabungan yang terdiri dari petugas keamanan KCIC, TNI, dan Polri.
Selain itu, sebanyak 309 petugas posko internal ditempatkan di stasiun, posko pusat Kementerian Perhubungan, dan area operasional lainnya.
Upaya tersebut dilakukan guna menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang baik di stasiun maupun selama perjalanan di dalam kereta.
- Penulis :
- Shila Glorya








