
Pantau - Sejumlah warga di Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat tetap menjalankan tradisi silaturahmi Idul Fitri dengan berjalan kaki melewati jalan yang dipenuhi material sisa banjir bandang.
Perjuangan Menembus Akses Terputus
Warga terpaksa memilih jalur alternatif berupa jalan kecil yang dipenuhi bebatuan akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.
Salah seorang warga, Warnida, mengaku sempat berbalik arah karena genangan air yang cukup dalam menghambat perjalanan.
“Rencana mau ke rumah keluarga. Bagaimana pun dalam keadaan seperti ini, kami tetap melihat sanak saudara, meski suasana sedikit kurang semangat karena keadaan kayak gini. Semoga bisa seperti yang dulu dulu lagi,” ungkapnya.
Ia bersama keluarga akhirnya kembali ke jalur utama meski waktu tempuh menjadi lebih lama, sementara jembatan kecil di sekitar lokasi juga dilaporkan putus.
Tradisi Lebaran Tetap Berjalan
Di tengah kondisi sulit, warga tetap melaksanakan tradisi Lebaran, termasuk anak-anak yang berkeliling mengumpulkan uang THR dalam tradisi “manambang”.
Sejumlah warga bahkan terlihat menggendong anak kecil saat melintasi jembatan darurat dan tepian sungai demi mengunjungi keluarga.
Berdasarkan data pemerintah daerah, bencana hidrometeorologi pada November 2025 menyebabkan dua rumah hanyut dan 115 lainnya rusak dengan total kerugian mencapai Rp44,8 miliar.
Kondisi ini menunjukkan semangat masyarakat untuk tetap menjaga silaturahmi meski dalam situasi pemulihan pascabencana.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan








