
Pantau - Anggota DPR RI Ahmad Heryawan mengapresiasi keputusan pemerintah Indonesia menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza karena dinilai lebih tepat melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan keterlibatan Indonesia memiliki legitimasi hukum internasional yang kuat serta mempertimbangkan situasi Gaza yang masih dinamis dan berisiko.
Aher menegaskan bahwa setiap misi perdamaian harus berada dalam kerangka hukum internasional yang jelas.
"Keputusan pemerintah untuk menunda pengiriman pasukan adalah langkah bijak. Kita harus memastikan bahwa setiap keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian benar-benar berada dalam kerangka hukum internasional yang jelas, yaitu melalui mandat resmi PBB," ungkapnya.
Menurutnya, mekanisme PBB menjadi jalur paling tepat agar kontribusi Indonesia efektif dan diakui secara global.
Politisi PKS itu menekankan bahwa peran Indonesia tidak hanya melalui pengiriman pasukan, tetapi juga melalui diplomasi dan bantuan kemanusiaan.
“Indonesia harus terus mengedepankan diplomasi kemanusiaan, memperkuat dukungan terhadap rakyat Palestina, serta mendorong solusi damai yang berkeadilan,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah terus berkoordinasi dengan negara sahabat dan lembaga internasional untuk mendukung perdamaian di Gaza.
Aher turut menyoroti perlunya evaluasi terhadap keterlibatan Indonesia dalam forum internasional jika tidak sejalan dengan upaya kemerdekaan Palestina.
“Mari kita seluruh elemen bangsa untuk terus memberikan dukungan moral dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, serta menjaga persatuan dalam menyikapi isu-isu global yang sensitif,” demikian tutupnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








