Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program Revitalisasi Sekolah Serap 238 Ribu Tenaga Kerja dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Program Revitalisasi Sekolah Serap 238 Ribu Tenaga Kerja dan Dongkrak Ekonomi Lokal
Foto: (Sumber : Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari menyampaikan keterangan di Gedung KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). ANTARA/Andi Firdaus/am..)

Pantau - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (Rapid) tercatat telah menyerap 238.131 tenaga kerja lokal melalui skema swakelola perbaikan sekolah di seluruh Indonesia.

Serapan Tenaga Kerja dan Dampak Sosial

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut ribuan pekerja terlibat mulai dari insinyur hingga tenaga pendukung proyek.

"Secara keseluruhan tercatat 238.131 pekerja yang terlibat dalam program ini sebagai pekerja bangunan, mulai dari insinyur, pengawas proyek, dan tenaga pendukung lainnya," ungkapnya.

Ia menjelaskan setiap proyek revitalisasi rata-rata melibatkan sekitar 22 pekerja dari masyarakat setempat.

Pelaksanaan secara swakelola oleh sekolah dan orang tua murid dinilai membuka peluang kerja bagi warga yang sebelumnya menganggur.

Penggerak UMKM dan Ekonomi Daerah

Selain tenaga kerja konstruksi, program ini juga menggerakkan sekitar 58.000 pelaku UMKM di sekitar lokasi proyek.

Keterlibatan pelaku usaha lokal mencakup penyedia bahan bangunan hingga pedagang makanan dan minuman.

"Ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan Rapid secara swakelola tidak hanya memperbaiki fasilitas pendidikan tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya," ujar Qodari.

Hingga Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan dari target 16.167 unit pada 2025.

Pemerintah menargetkan program berlanjut pada 2026 dengan cakupan lebih luas yang diproyeksikan semakin meningkatkan ekonomi lokal.

Penulis :
Aditya Yohan