
Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memastikan layanan esensial tetap berjalan meski pemerintah mewacanakan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) usai Lebaran 2026.
WFH Bukan Hal Baru bagi Pemerintah
Tito menyebut kebijakan WFH bukan hal baru karena pemerintah dan daerah telah memiliki pengalaman saat pandemi COVID-19.
"No problem. Ya, pemda juga ada banyak pengalaman. Cuma mungkin karena daerah ini ada kepala daerah baru, nanti saya akan kasih penjelasan kepada mereka. Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergensi, rumah sakit, kebersihan harus tetap jalan," ungkapnya.
Ia menegaskan akan melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah agar pelayanan publik tetap optimal.
Skema WFH Masih Dibahas Pemerintah
Menurut Tito, wacana WFH telah dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait, namun keputusan final masih menunggu arahan Presiden.
"Tapi hari apa yang akan diambil biar nanti yang memutuskan, nantikan hasil rapat kemarin akan dilaporkan ke Presiden," ujarnya.
Salah satu skema yang diusulkan adalah penerapan WFH satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara.
Kebijakan ini direncanakan sebagai langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan juga diimbau untuk sektor swasta.
- Penulis :
- Aditya Yohan







