
Pantau - Polri menyesuaikan rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran dengan mengubah skema one way nasional menjadi one way sepenggal di jalur tol utama karena volume kendaraan mulai melandai setelah puncak arus balik.
Penyesuaian Berdasarkan Evaluasi Real Time
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keputusan tersebut saat memantau kondisi lalu lintas di Bekasi, Jawa Barat.
Ia menjelaskan penyesuaian dilakukan berdasarkan evaluasi indikator kepadatan lalu lintas berbasis volume capacity ratio yang dipantau secara real time dari pusat kendali.
“Untuk Gerbang Tol Kalikangkung saat ini kita sedang bergeser dari one way nasional akan kita ubah menjadi one way sepenggal,” ungkapnya.
Perubahan ini merupakan strategi penguraian arus secara bertahap agar distribusi kendaraan lebih merata di jalur tol.
Volume Kendaraan dan Potensi Arus Balik Susulan
Puncak arus balik tercatat terjadi pada Selasa malam dengan jumlah 256.338 kendaraan.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 223.163 kendaraan.
Secara kumulatif hingga Selasa siang, sekitar 2.040.000 kendaraan telah kembali masuk ke Jakarta dari total 2.521.229 kendaraan yang sebelumnya meninggalkan ibu kota saat arus mudik.
Data tersebut menunjukkan masih ada ratusan ribu kendaraan yang belum kembali ke Jakarta.
“Namun demikian kita tetap terus waspada apabila nanti terjadi bangkitan yang tinggi, mau tidak mau kita akan menyesuaikan,” ia mengungkapkan.
Polri memprediksi potensi puncak arus balik susulan masih dapat terjadi pada 28 dan 29 Maret.
Pengawasan serta rekayasa lalu lintas akan terus dilakukan secara dinamis untuk menjaga kelancaran arus balik sekaligus menekan risiko kemacetan dan kecelakaan di jalur tol utama.
- Penulis :
- Leon Weldrick








